PROFESI-UNM.COM – Umat Muslim mulai mempersiapkan ibadah i’tikaf menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan. I’tikaf menjadi amalan sunnah yang banyak dilakukan pada penghujung bulan suci.
I’tikaf merupakan kegiatan berdiam diri di masjid untuk memperbanyak ibadah. Jamaah biasanya melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Suasana masjid di berbagai daerah mulai terlihat lebih ramai. Banyak jamaah bersiap mengikuti i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengurus masjid juga melakukan berbagai persiapan. Mereka membersihkan area masjid dan menata ruang ibadah.
Pengurus juga menyiapkan tempat istirahat sederhana bagi jamaah. Beberapa masjid menyusun jadwal kegiatan ibadah selama i’tikaf.
Sebagian masjid mengadakan tadarus Al-Qur’an bersama. Pengurus juga menghadirkan kajian keislaman pada malam hari.
Kegiatan tersebut membantu jamaah meningkatkan semangat ibadah. Jamaah juga dapat memperdalam pemahaman agama selama Ramadan.
Masyarakat yang ingin i’tikaf mulai menyiapkan kebutuhan pribadi. Mereka membawa sajadah, Al-Qur’an, pakaian ganti, dan perlengkapan tidur sederhana.
Perlengkapan tersebut membantu jamaah menjalani i’tikaf dengan lebih nyaman. Jamaah dapat fokus beribadah selama berada di masjid.
Sebagian orang juga mengatur aktivitas harian sebelum i’tikaf. Mereka mengurangi pekerjaan atau mengambil waktu libur.
Sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki keutamaan besar dalam Islam. Pada malam itu terdapat kemungkinan turunnya Lailatul Qadar.
Umat Muslim meyakini malam tersebut lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, jamaah memperbanyak ibadah dan doa.
I’tikaf menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Momen ini juga membantu umat meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan. (*)
*Reporter: Nurul Adhani Ilham







