PROFESI-UNM.COM — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) bersama Historia Bone menggelar seminar nasional tentang pengusulan La Pawawoi Karaeng Sigeri, Raja Bone ke-31, sebagai calon Pahlawan Nasional, Selasa (7/4).
Kegiatan berlangsung di Gedung PKK Kabupaten Bone menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, tokoh adat, lembaga kemahasiswaan, dan pemerhati budaya.
Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasludin, membuka seminar sekaligus menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap proses pengusulan tersebut.
“Semoga seminar ini bukan akhir, tetapi menjadi langkah awal menuju penetapan Puangta La Pawawoi sebagai Pahlawan Nasional tahun depan. Pemerintah Kabupaten Bone siap mendukung prosesnya,” sampainya.
Ketua Umum HMPS Pendidikan Sejarah FIS-H, Saifur Rahman, mengatakan seminar ini juga menjadi ruang belajar bersama bagi mahasiswa dan peserta yang hadir. Ia berharap forum tersebut dapat menambah pemahaman tentang sejarah lokal, khususnya Sulawesi Selatan.
“Semoga kegiatan ini bisa memantik semangat para peserta untuk semakin mendalami sejarah, khususnya sejarah Sulawesi Selatan,” harapnya.
Terakhir, berbagai masukan yang muncul dalam forum tersebut akan menjadi bahan pendukung dalam proses pengusulan. Pembahasan itu juga memperkuat upaya bersama dalam merawat sejarah Bone dan mendorong tokoh lokal mendapat pengakuan di tingkat nasional.
“Kami berharap hasil seminar ini bisa menjadi pijakan bersama dalam memperkuat usulan La Pawawoi di tingkat nasional,”tambah Saifur. (*)
*Reporter: Musdalifah








