PROFESI-UNM.COM – Menulis jurnal ilmiah bukan hanya soal hasil penelitian yang bagus, tetapi juga bagaimana menyajikannya secara sistematis dan sesuai standar. Banyak naskah ditolak bukan karena datanya lemah, melainkan karena format dan penulisan yang kurang tepat.
Langkah pertama yang penting yaitu mengikuti format jurnal tujuan. Setiap jurnal memiliki pedoman penulisan berbeda, mulai dari struktur artikel, gaya sitasi, hingga jumlah kata. Penulis yang mengabaikan panduan ini berisiko ditolak sebelum naskah ditinjau lebih jauh.
Selain itu, kualitas referensi menjadi perhatian utama editor. Sumber rujukan sebaiknya berasal dari jurnal bereputasi, buku akademik, atau laporan resmi terbaru. Referensi yang kuat menunjukkan bahwa penelitian memiliki dasar ilmiah yang jelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, bahasa juga berperan besar. Penulisan artikel ilmiah harus secara formal, jelas, dan langsung pada inti pembahasan. Kalimat bertele-tele dan opini pribadi tanpa data dapat mengurangi nilai naskah di mata reviewer.
Tak kalah penting yaitu proses revisi. Penulis perlu mengecek kembali tata bahasa, konsistensi data, serta kemungkinan plagiarisme. Banyak jurnal menilai profesionalitas penulis dari kerapian naskahnya.
Terakhir, kesabaran menjadi kunci. Proses review jurnal memang memakan waktu, tetapi perbaikan dari reviewer justru akan membantu meningkatkan kualitas penelitian. (*)
*Reporter: Eka Septi Irianti







