BEM UNM Gelar Aksi Tunda Pelantikan dan Desak Pemerintah Terbitkan Perppu

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi. Aksi yang mendesak Presiden menerbotkan Perppu tersebut berlangsung di depan Gedung Pinisi Jalan A.P.Pettarani, Jumat (18/10).

Presiden BEM UNM, Muhammad Aqsa BS mengatakan dalam orasinya bahwa gerakan ini mengawal kinerja pemerintahan. Beberapa kinerja pemerintsh yang kami kritik pun seperti kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia timur dan RUU yang tidak pro rakyat.

“Kita tetap konsisten dalam mengawal kinerja pemerintah, gerakan ini tetap konsisten mengawal kebijakan pemerintah, serta kekerasan di Papua, kebakaran hutan dan rancangan tidak pro terhadap rakyat,”. pungkasnya

Berikut 4 Aspek, isu tuntutan BEM UNM :

1.Terbitkan Perpu KPK

Revisi UU KPK menyimpan masalah, mulai dari segi formal hingga substansi baik dalam proses pembentukan yang tidak transparan dan substansi perubahan itu berpotensi melemahkan KPK.

2. Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM.

Permasalahan terkait kekerasan HAM yang ada di Indonesia pada periode kepemimpinan Jokowi-JK Belum terselesaikan, khususnya dalam aspek peristiwa 1998, tragedy Trisakti, kematian munir, penyiraman air keras Novel Baswedan dan beberapa kasus lainnya.

Baca Juga Berita :  Pengurus Perempuan HMPS Seni Tari Kelola Kegiatan Hari Tari Dunia

3. Selesaikan Masalah Asap Di Sumatera dan Kalimantan

Kebakaran hutan dan lahan atau disingkat KARHUTLA, akhir-akhir ini sangat berdampak pada pencemaran udara sangat menganggu pernafasan dan macam penyakit.

4. Tolak RUU Yang Tidak Pro Rakyat.

Penolakan RUU tidak pro terhadap rakyat ini beberapa bulan menjadi bentuk protes kinerja dari pemerintahan itu sendiri.

Karena hal tersebut, BEM UNM Menuntut Presiden RI :

  1. Terbitkan PERPU KPK
  2. Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM
  3. Selesaikan Masalah Asap di Sumatera dan Kalimantan
  4. Menolak RUU yang tidak Pro Rakyat

*Reporter: Elfira

Berita Terkait

Konsumsi Gula Berlebih Dapat Ganggu Kesehatan dan Tingkatkan Risiko Diabetes
[OPINI] Demagogi Universitas
Alumni Bicara PBSI Hadirkan Inspirasi Wirausaha Kreatif Berbasis Bahasa dan Sastra
SpeakArt Fest 2026 Tampilkan Kolaborasi Kreatif Mahasiswa di Phinisi Point Mall
Pengaruh Beauty Content TikTok terhadap Kepercayaan Diri Remaja
Pengurus Perempuan HMPS Seni Tari Kelola Kegiatan Hari Tari Dunia
Asia Ramli Soroti Perjalanan dan Tantangan Jurnalistik di Harlah ke-50 LPM Profesi
HIMATIK Gelar Ice Skill-Up 2026, Fokus Kembangkan Skill dan Kebersamaan.
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WITA

Konsumsi Gula Berlebih Dapat Ganggu Kesehatan dan Tingkatkan Risiko Diabetes

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:43 WITA

[OPINI] Demagogi Universitas

Senin, 11 Mei 2026 - 01:46 WITA

Alumni Bicara PBSI Hadirkan Inspirasi Wirausaha Kreatif Berbasis Bahasa dan Sastra

Minggu, 10 Mei 2026 - 00:52 WITA

SpeakArt Fest 2026 Tampilkan Kolaborasi Kreatif Mahasiswa di Phinisi Point Mall

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:15 WITA

Pengaruh Beauty Content TikTok terhadap Kepercayaan Diri Remaja

Berita Terbaru

Potret Tim Hukum Bisnis pada Ajang Lomba Essay Competition (Foto: Ist.)

Prestasi

Tim Mahasiswa Hukum Bisnis Raih Prestasi Essay Competition

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:57 WITA

Kondisi Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik yang hingga kini Mangkrak dan Tak Terurus, (Foto: Hafid Budiawan)

Fakultas Teknik

Satu Dekade Mangkrak, Kelanjutan Proyek Lab Terpadu FT Masih Menggantung

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WITA

Potret Salah Satu Pementasan Drama, (Foto: Muhammad Yusran)

Kilas Kampus

Mahasiswa JBSI Gelar Pentas Drama Tahunan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:50 WITA