PROFESI-UNM.COM – Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) ciptakan smart urban farming yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan energi tenaga surya. Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan ketahanan pangan di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
Tim ini di pimpin oleh dosen Pendidikan Teknik Elektro, Muhammad Riska. Program pengabdian masyarakat ini menyasar Lorong RT 006 RW 011, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Muhammad Riska, menjelaskan bahwa keunggulan utama program ini terletak pada integrasi teknologi IoT dengan sumber energi mandiri berbasis panel surya, yang mampu menekan biaya operasional sistem pertanian perkotaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan. Dengan dukungan IoT dan tenaga surya, masyarakat dapat mengelola sistem budidaya secara efisien tanpa bergantung pada pasokan listrik konvensional,” jelasnya.
Selain berfokus pada produksi pangan, program ini juga mengusung konsep zero waste melalui pengelolaan limbah rumah tangga berbasis ekonomi sirkular. Warga setempat diberi edukasi mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3).
“Kami tidak hanya membangun sistem pertanian, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan. Sampah yang selama ini menjadi masalah dapat kami ubah menjadi sumber daya yang bernilai dan mendukung keberlanjutan program,” tambahnya.
Program pengabdian masyarakat ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu yang melibatkan Akhyar Muchtar dari bidang Teknik Elektro dan Reski Praja Putra dari bidang Pertanian, serta mendapat dukungan dari sejumlah mahasiswa UNM. (*)
*Reporter: Hafid Budiawan







