PROFESI-UNM.COM – Dua mahasiswa jurusan matematika raih juara tiga dalam ajang Esai Asah Terampil Matematika XXXII oleh Himpunan Mahasiswa Matematika Univeristas Mulawarman (Unmul). Pengumuman lomba secara resmi lewat akun Instagram @astramatika, Rabu (22/7).
Dua mahasiswa asal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIMIPA) Afifah Dwi Ramadhani dan Salma Fauzan bersama Dosen Pembimbing Muhammad Ammar Naufal. Meraih prestasi dengan judul esai ‘Revitalisasi Lukisan Rumah Tongkonan Melalui Aplikasi Unity: Solusi Kontekstual Geometri Transformasi yang Edukatif dan Berkelanjutan’.
Afifah selaku ketua menjelaskan selama penggarapan karya, mereka menghabiskan waktu sekitar 3 minggu, dan menunggu masa penilaian selama 2 minggu oleh dewan juri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam tahapan pencarian ide dan diskusi dan bimbingan hingga penulisan akhir kami memakan waktu 2-3 minggu. Setelah pengumpulan naskah kami menunggu proses penjurian selama 2 minggu,” jelasnya.
Mahasiswa Matematika Sabet Juara Esai di Unmul
Lanjutnya, ia juga menyebutkan mereka bekerja secara kolektif dengan membagi tugas merumuskan masalah dan tugas mencari solusi pemecahan masalah. Setelah usai mengerjakan tugas mereka melanjutkan pada tahap bimbingan.
“Setelah tugas kami selesai, kami menyatukan dan merevisi secara bersama-sama agar alurnya menyatu, setelah itu kami meminta arahan kepada dosen pembimbing hingga revisi selesai,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan dengan menawarkan solusi yang interaktif dan relevan dalam masyarakat menjadi sebuah keunggulan dari esai yang mereka kumpulkan. Selain hadir menjadi solusi pemecahan rumus geometri transformasi, ide itu juga menjadi sarana pelestarian budaya lewat karya tulis ilmiah.
“Kami memadukan unsur budaya lokas lukisan rumah adat tongkonan dengan materi geometri transformasi melalui aplikasi unity, sehingga pembelajaran matematika menjadi lebih menarik dan tetap melestarikan budaya,” jelasnya.
Dalam penutup ia menyebutkan peran dosen pembimbing, jurusan, keluarga serta teman menjadi pihak yang terlibat dalam keberhasilan mereka. Ia juga berharap agar setiap mahasiswa mampu menjadikan proses gagal sebagai motivasi untuk terus belajar dan berkarya.
“Pencapaian kami raih bukan hasil kerja kami sendiri ada dukungan pihak kampus, keluarga serta teman-teman. Dan untuk teman-teman mahasiswa jangan ragu untuk mencoba, karena saat mencoba, kita dapat berhasil atau belajar. Tetapi jika tidak mencoba kita tidak mendapatkan apa-apa,” tutupnya. (*)
*Reporter: Florencya Alnisa Christin







