PROFESI-UNM.COM – Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Pelatihan Konselor Sebaya Batch 3 pada 20–21 Mei. Kegiatan ini menjadi wadah pembekalan mahasiswa yang nantinya akan bertugas sebagai konselor sebaya di setiap fakultas.
Pelatihan ini bertujuan membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami dasar-dasar konseling, tetapi juga mampu menjadi pendengar yang baik, memahami tanpa menghakimi, dan menghadirkan ruang aman bagi sesama mahasiswa di lingkungan kampus.
Pembukaan kegiatan ini langsung oleh Plt. Rektor UNM, Farida Patittingi, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan layanan konseling dan kepedulian terhadap kesehatan mental mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kehadiran konselor sebaya di lingkungan kampus sangat penting sebagai ruang saling mendengar, saling memahami, dan saling menguatkan antar mahasiswa,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Farida mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh nantinya dapat diterapkan di fakultas masing-masing.
“Saya berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi bekal untuk membantu teman-teman yang membutuhkan dukungan emosional maupun psikologis,” tuturnya.
Pada saaat pembukaan, Farida membacakan surat berjudul Untuk Diriku. Momen tersebut membuat Farida menangis dan menyentuh para peserta yang hadir dalam kegiatan.
“Menjadi pendengar yang baik adalah langkah awal untuk menghadirkan rasa aman bagi orang lain, karena terkadang seseorang hanya membutuhkan tempat untuk didengar,” ungkapnya.
Pelatihan hari pertama menghadirkan sejumlah materi, seperti keterampilan Helping Konselor Sebaya dalam pencegahan masalah kesehatan mental mahasiswa. Selain itu, Identifikasi Permasalahan di Kampus, khususnya isu kekerasan dan penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, pada hari kedua peserta akan mempelajari materi Mengenal dan Mengenali Emosi, Keterampilan Dasar Komunikasi. Selain itu, Dukungan Psikologis Awal, Pendekatan Kelompok dalam Konseling Sebaya, hingga Praktik Konseling Sebaya. (*)
*Reporter: Febrianingsih Alsa Putri







