PROFESI-UNM.COM –Jurusan Pendidikan Khusus (PKh) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar Workshop Kesehatan Pendengaran. Kegiatan ini bertempat di Balai Diklat Keagamaan Makassar, Rabu (13/5).
Kegiatan ini terbuka untuk umum. Juga, menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi kesehatan serta industri alat bantu dengar.
Workshop menghadirkan Ketua Perhati KL Cabang Sulselbar Maluku Papua, Masyita Gaffar. Selain itu, Branch Manager PT Alat Bantu Dengar Indonesia Cabang Makassar, Kristina Andriani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dipandu moderator Sarah dan peserta dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa hingga masyarakat umum mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan pendengaran sejak awal. Peserta juga mendapat pemahaman terkait risiko gangguan pendengaran, penyebab penurunan fungsi pendengaran, hingga langkah penanganan yang tepat.
Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang peserta ajukan mengenai kebiasaan penggunaan earphone, paparan suara bising. Selain itu, cara mendeteksi gangguan pendengaran sejak awal.
Salah seorang peserta, Rahmawati, mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru. Wawasan tersebut mengenai pentingnya menjaga kesehatan telinga dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya baru mengetahui kalau penggunaan earphone dengan volume tinggi dalam waktu lama bisa berdampak serius terhadap pendengaran. Materinya sangat bermanfaat dan mudah saya pahami,” ujarnya.
Peserta lainnya, Fikri Ananda, selaku perwakilan siswa sekolah, menilai workshop tersebut tidak hanya menambah pengetahuan. Akan tetapi, juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan pendengaran secara berkala.
“Selama ini banyak orang menganggap gangguan pendengaran hal sepele. Padahal kalau tidak orang tangani sejak awal bisa memengaruhi aktivitas dan komunikasi sehari-hari,” katanya.
Melalui workshop ini, penyelenggara berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan pendengaran dan mampu menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Guna untuk mencegah gangguan pendengaran di masa mendatang. (*)
*Reporter: M. Zaky Asryan. A







