PROFESI-UNM.COM – Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) membekali mahasiswa peminatan jurnalistik melalui Workshop Journalism in Digital Age. Kegiatan ini bertempat di Ruang Senat FBS UNM, Rabu (29/9).
Kegiatan ini disasarkan pada mahasiswa semester empat dan enam mengenai pentingnya etika jurnalistik di tengah perkembangan era digital. Tema yang Prodi Sastra Inggris angkat yakni ‘Bridging Ethics and Practice’.
Salah satu pemateri sekaligus guru besar FBS, Sukardi Weda, mengapresiasi mahasiswa Sastra Inggris yang mengambil minat jurnalistik karena mereka memiliki peluang besar untuk berkarya melalui tulisan di media massa. Menurutnya, keterampilan menulis berita akan sangat berguna bagi karier masa depan mahasiswa.
“Kalian yang di Sastra Inggris ini luar biasa karena nantinya bisa menulis di koran dan membuat berita. Jika menjadi dosen atau guru pun, kalian bisa menulis jurnal dan artikel populer di surat kabar seperti yang saya lakukan,” ungkapnya.
Sukardi juga menjelaskan bahwa mahasiswa yang menguasai bahasa jurnalistik memiliki keuntungan dalam mengemas ide atau hasil penelitian ilmiah agar lebih mudah dipahami. Penggunaan bahasa koran memungkinkan informasi yang bersifat akademik, juga dapat dinikmati oleh publik secara umum.
“Beruntunglah kalian yang mengambil peminatan jurnalistik. Ide yang berasal dari riset bisa kalian kemas sedemikian rupa menggunakan bahasa jurnalistik sehingga hasilnya tidak hanya kalangan akademik yang mengkonsumsi, tetapi juga oleh publik secara luas,” jelasnya.
Terkait tantangan di era digital, ia menekankan bahwa meskipun industri media menuntut kecepatan. Akan tetapi, setiap jurnalis harus tetap berpegang teguh pada etika dan akurasi. Ia memperingatkan agar wartawan tidak mencampuradukkan fakta dengan opini pribadi.
“Dalam membuat berita, tentu media berharap wartawannya bisa bekerja dengan cepat. Namun, kecepatan itu harus tetap berlandaskan pada etika. Jangan sampai karena mengejar kecepatan, kita justru mengabaikan akurasi,” pungkasnya. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa








