Guru Besar FBS Tekankan Keseimbangan Antara Kecepatan Dan Etika Dalam Dunia Jurnalistik

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 12:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Sukardi Weda (kanan) dalam Pemaparan Materi, (Foto: Ficka Aulia Khaerunnisa)

Potret Sukardi Weda (kanan) dalam Pemaparan Materi, (Foto: Ficka Aulia Khaerunnisa)

PROFESI-UNM.COM – Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) membekali mahasiswa peminatan jurnalistik melalui Workshop Journalism in Digital Age. Kegiatan ini bertempat di Ruang Senat FBS UNM, Rabu (29/9).

Kegiatan ini disasarkan pada mahasiswa semester empat dan enam mengenai pentingnya etika jurnalistik di tengah perkembangan era digital. Tema yang Prodi Sastra Inggris angkat yakni ‘Bridging Ethics and Practice’.

Salah satu pemateri sekaligus guru besar FBS, Sukardi Weda, mengapresiasi mahasiswa Sastra Inggris yang mengambil minat jurnalistik karena mereka memiliki peluang besar untuk berkarya melalui tulisan di media massa. Menurutnya, keterampilan menulis berita akan sangat berguna bagi karier masa depan mahasiswa.

“Kalian yang di Sastra Inggris ini luar biasa karena nantinya bisa menulis di koran dan membuat berita. Jika menjadi dosen atau guru pun, kalian bisa menulis jurnal dan artikel populer di surat kabar seperti yang saya lakukan,” ungkapnya.

Sukardi juga menjelaskan bahwa mahasiswa yang menguasai bahasa jurnalistik memiliki keuntungan dalam mengemas ide atau hasil penelitian ilmiah agar lebih mudah dipahami. Penggunaan bahasa koran memungkinkan informasi yang bersifat akademik, juga dapat dinikmati oleh publik secara umum.

“Beruntunglah kalian yang mengambil peminatan jurnalistik. Ide yang berasal dari riset bisa kalian kemas sedemikian rupa menggunakan bahasa jurnalistik sehingga hasilnya tidak hanya kalangan akademik yang mengkonsumsi, tetapi juga oleh publik secara luas,” jelasnya.

Baca Juga Berita :  Tim BKP Magang UNM Hadirkan Workshop 'Work-Life Balance'

Terkait tantangan di era digital, ia menekankan bahwa meskipun industri media menuntut kecepatan. Akan tetapi, setiap jurnalis harus tetap berpegang teguh pada etika dan akurasi. Ia memperingatkan agar wartawan tidak mencampuradukkan fakta dengan opini pribadi.

“Dalam membuat berita, tentu media berharap wartawannya bisa bekerja dengan cepat. Namun, kecepatan itu harus tetap berlandaskan pada etika. Jangan sampai karena mengejar kecepatan, kita justru mengabaikan akurasi,” pungkasnya. (*)

*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa

Berita Terkait

[FOTO] FBS Gelar Workshop Penyusunan Proposal PPK Ormawa 2026
FT UNM Gelar Workshop Kurikulum Rekayasa Industri Bahas Penyelarasan dengan Dunia Industri
Tim BKP Magang UNM Hadirkan Workshop ‘Work-Life Balance’
UPT LBK UNM Gelar Workshop Dukungan Psikologis Awal
FEB UNM Selenggarakan Workshop GEMA PKM 2025
FT UNM akan gelar Workshop Program Kreativitas Mahasiswa
Humas UNM Adakan Workshop Kehumasan
Arifin Manggau Resmi Buka Workshop Kehumasan UNM

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:42 WITA

Guru Besar FBS Tekankan Keseimbangan Antara Kecepatan Dan Etika Dalam Dunia Jurnalistik

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:42 WITA

[FOTO] FBS Gelar Workshop Penyusunan Proposal PPK Ormawa 2026

Rabu, 23 Juli 2025 - 23:12 WITA

FT UNM Gelar Workshop Kurikulum Rekayasa Industri Bahas Penyelarasan dengan Dunia Industri

Jumat, 9 Mei 2025 - 16:49 WITA

Tim BKP Magang UNM Hadirkan Workshop ‘Work-Life Balance’

Sabtu, 8 Februari 2025 - 11:33 WITA

UPT LBK UNM Gelar Workshop Dukungan Psikologis Awal

Berita Terbaru

Grafik Jumlah Penelitian dan Pengabdian Perguruan Tinggi LPTK Tahun 2026, (Foto: Ist)

Universitas Negeri Makassar

Lampaui Seluruh LPTK di Indonesia, UNM Jawara Hibah BIMA 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 00:43 WITA

Foto Bersama Tim Himatik dengan Lain Ketika Kegiatan Berlangsung, (Foto: Ist)

Himatik FT UNM

Proyek Mata Kuliah Antar Tim Himatik Raih Juara 1

Senin, 27 Apr 2026 - 21:02 WITA