PROFESI-UNM.COM – Di balik aktivitas kampus yang padat, tidak sedikit mahasiswa yang sebenarnya merasa lelah, namun memilih untuk tetap terlihat baik-baik saja. Tugas kuliah yang menumpuk, kegiatan organisasi, hingga tekanan untuk terus aktif sering kali membuat mahasiswa berada dalam kondisi kelelahan, baik secara fisik maupun mental.
Fenomena ini kerap tidak terlihat secara langsung. Di ruang kelas maupun lingkungan kampus, mahasiswa tetap hadir seperti biasa, mengikuti perkuliahan, berdiskusi, bahkan terlibat dalam berbagai kegiatan. Namun, di balik itu, ada tekanan yang tidak selalu diungkapkan.
Sebagian mahasiswa merasa perlu menjaga citra agar tetap terlihat mampu menjalani semuanya. Ada kekhawatiran dianggap lemah jika mengeluh, atau takut dinilai tidak mampu jika tidak seaktif yang lain. Akibatnya, rasa lelah sering dipendam dan tidak dibicarakan.
Di sisi lain, lingkungan kampus juga secara tidak langsung membentuk standar tertentu. Mahasiswa yang sibuk dan aktif sering dianggap lebih unggul, sementara mereka yang memilih beristirahat justru kerap merasa tertinggal. Perbandingan dengan teman sebaya pun menjadi hal yang sulit dihindari.
Kondisi ini membuat banyak mahasiswa terus memaksakan diri, meskipun sudah berada di batas kemampuan. Jika dibiarkan, hal tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental, seperti stres berkepanjangan, kelelahan emosional, hingga menurunnya motivasi.
Beberapa mahasiswa mulai menyadari pentingnya memberi ruang untuk diri sendiri. Mengatur ulang prioritas, berani mengatakan tidak pada beberapa kegiatan, serta beristirahat tanpa rasa bersalah menjadi langkah kecil yang mulai dilakukan.
Kesibukan memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mahasiswa. Namun, memahami batas diri dan tidak selalu memaksakan keadaan menjadi hal penting agar proses perkuliahan tetap berjalan dengan sehat. Tidak semua hal harus kita tanggung sendiri, dan tidak selalu harus terlihat kuat di setiap waktu. (*)
*Reporter: Muhammad Yusran








