PROFESI-UNM.COM – Deadline tugas yang datang bersamaan menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi mahasiswa dalam menjalani perkuliahan. Tugas individu, presentasi kelompok, hingga laporan praktikum yang memiliki batas waktu berdekatan kerap membuat mahasiswa merasa kewalahan.
Kondisi ini umumnya terjadi pada pertengahan hingga akhir semester, saat dosen mulai memberikan penugasan sebagai bagian dari penilaian. Jika tidak mahasiswa kelola dengan baik, tugas yang menumpuk dapat memicu stres, menurunkan fokus belajar, dan berdampak pada kualitas hasil kerja.
Salah satu langkah yang dapat mahasiswa lakukan adalah menyusun skala prioritas berdasarkan tenggat waktu dan tingkat kesulitan tugas. Tugas dengan deadline paling dekat dan tingkat urgensi tinggi sebaiknya dikerjakan terlebih dahulu agar tidak menambah beban di waktu berikutnya.
Mahasiswa juga harus mulai terbiasa untuk tidak mengerjakan tugas secara mepet pada hari-H deadline. Memulai pengerjaan lebih awal memberi waktu untuk revisi, mencari referensi tambahan, dan meminimalkan risiko kesalahan akibat terburu-buru.
Selain itu, membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil dapat membantu proses pengerjaan terasa lebih ringan. Metode ini memudahkan mahasiswa untuk fokus pada satu tahap pekerjaan tanpa merasa terbebani oleh keseluruhan tugas.
Pengaturan waktu istirahat juga penting agar kondisi fisik dan konsentrasi tetap terjaga. Belajar secara terus-menerus tanpa jeda justru dapat menurunkan produktivitas dan membuat tugas selesai lebih lama.
Dengan manajemen waktu yang baik dan menghindari kebiasaan menunda, deadline yang menumpuk dapat mahasiswa hadapi dengan lebih terarah tanpa mengganggu aktivitas akademik lainnya. (*)
*Reporter: Musdalifah








