PROFESI-UNM.COM – Nama Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Farida Patittingi dicatut oknum tidak bertanggung jawab untuk lakukan penipuan. Oknum tersebut mengedit flyer program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) yang menjadi salah satu persyaratan sertifikasi dosen.
Dalam flyer tersebut, oknum menampilkan seolah-olah kegiatan resmi dari UNM dengan mencantumkan identitas lembaga, yakni Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran serta Pusat Layanan PEKERTI, AA, CE, dan LS UNM. Flyer itu juga memuat judul “Layanan Pekerti Batch 62” dengan slogan “Terima Beres | Langsung Konek ke Sister”.
Lebih lanjut, flyer tersebut merinci proses layanan yang diklaim sangat sederhana. Mulai dari peserta hanya perlu melakukan pembayaran, melengkapi data pendaftaran, hingga seluruh proses pengurusan Pekerti/AA ditangani penuh oleh tim dengan sistem “terima beres”. Bahkan mencantumkan informasi pembukaan pada 25 Maret 2026 dengan kuota terbatas 50 peserta, biaya pendaftaran sebesar Rp1.100.000, serta nomor layanan konsultasi melalui WhatsApp.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Peningkatan Pembelajaran (LP2MP) UNM, Ismarli Muis menegaskan flyer tersebut merupakan penipuan. Ia mengatakan program Pekerti di UNM tidak pernah dilakukan secara instan. Akan tetapi, wajib melalui tahapan pelatihan, baik secara daring maupun luring.
“Ini penipuan. Tidak ada program pekerti langsung beres. Semua lewat pelatihan. Pembayarannya juga melalui rekening kampus,” tegasnya.
Selain itu, Ismarli menjelaskan program Pekerti di UNM saat ini belum terjadwal kembali, mengingat sesi terakhir baru saja selesai pada 16 Maret lalu. Ia juga menyebut pihaknya telah mengidentifikasi oknum yang mereka duga mencatut nama Plt Rektor UNM dalam upaya penipuan tersebut.
“Pekerti batch berikutnya belum terjadwal. Jadi kalau ada yang membuka pendaftaran 25 Maret ini, tentu hoaks,” jelasnya. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa







