PROFESI-UNM.COM —Pameran Tunggal Kaligrafi sukses menarik perhatian mahasiswa, kegiatan ini menghadirkan ribuan karya kaligrafi yang menarik dan modern. Pameran ini digelar di Hall AP Pettarani, Jumat (10/02)
Pameran ini menghadirkan pengalaman bagi para pengunjung khususnya mahasiswa yang datang menyaksikan langsung ragam karya seni kaligrafi yang dipamerkan.
Kegiatan ini berlangsung pada 13–15 Februari 2026 dan menampilkan sekitar 1000 karya kaligrafi dari berbagai jenis aksara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pameran yang mengusung tema “Melestarikan Budaya Inklusi melalui Pameran Kaligrafi Islam, Aksara Latin, dan Aksara Lontara”
Sejak hari pertama pelaksanaan, kunjungan pameran ramai oleh mahasiswa dari berbagai fakultas. Mereka mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah melihat langsung perpaduan seni, budaya, dan nilai religius yang tertuang dalam karya kaligrafi.
Salah satu mahasiswa Rahma, mengungkapkan bahwa pameran tersebut membuka wawasannya mengenai keberagaman aksara di Indonesia.
“Saya awalnya hanya tahu kaligrafi Arab, tapi ternyata ada juga kaligrafi aksara Lontara dan Latin yang tersusun sangat artistik. Rasanya bangga karena budaya lokal bisa terpadu dengan seni modern,” ujarnya.
Mahasiswa lainnya, Fikri, menilai pameran ini tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga pesan moral dan spiritual yang kuat.
“Setiap karya seperti punya makna mendalam. Kita tidak cuma melihat seni, tapi juga merasakan pesan religius dan budaya yang mereka sampaikan,” katanya.
Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi, Pameran Tunggal Kaligrafi tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga ruang pembelajaran budaya yang mempertemukan generasi muda dengan nilai-nilai tradisi dalam kemasan modern dan inklusif.
*Reporter: M. Zaky Asryan. A







