Gamification Dorong Literasi Digital dan Metakognisi Siswa di Era AI

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 19:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Felix Memberikan Materi melalui Zoom saat Seminar, (Foto: Nuralifia Tahtaniyarta)

Potret Felix Memberikan Materi melalui Zoom saat Seminar, (Foto: Nuralifia Tahtaniyarta)

PROFESI-UNM.COM – Seminar bertema Model MOOCs dan Strategi Gamification untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Metakognisi Siswa digelar, Minggu (14/12).

Pemateri seminar, Felix Pasila, menjelaskan gamification sebagai strategi untuk meningkatkan keterlibatan belajar siswa.

“Gamification membuat pembelajaran lebih menarik dan mendorong siswa aktif dalam proses belajar,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Felix Pasila menyoroti masih terbatasnya akses pendidikan akibat kendala biaya, waktu, dan lokasi.

“Banyak potensi siswa tidak berkembang karena akses pendidikan yang belum merata,” katanya.

Baca Juga Berita :  Mubeslub IKA UNM Akan Terapkan Sistem One Men One Vote

Menurut Felix Pasila, pembelajaran digital perlu dirancang untuk menumbuhkan kesadaran berpikir siswa.

“Gamification mendorong siswa merefleksikan cara berpikir dan proses belajarnya,” ungkapnya

Pengembangan metakognisi disebut menjadi fokus utama dalam strategi pembelajaran berbasis gamification.

“Metakognisi membantu siswa memahami bagaimana mereka belajar dan mengambil keputusan,” jelasnya.

Felix Pasila juga menekankan pentingnya literasi digital bagi pendidik di era AI.

“Guru yang tidak mau belajar teknologi akan tertinggal dari guru yang mau belajar AI,” tegasnya.

Baca Juga Berita :  Rektor UNM Kukuhkan Andi Aslinda jadi Guru Besar Bidang Kebijakan Publik

Pemanfaatan kecerdasan buatan dinilai dapat membantu proses evaluasi pembelajaran.

“AI mempercepat penilaian dan memberikan umpan balik yang lebih rinci kepada siswa,” ujarnya.

Felix Pasila menyebut penggunaan AI mampu mengurangi beban administratif guru.

“Waktu guru seharusnya lebih banyak untuk mentoring dan pendampingan personal,” katanya.

Strategi gamification juga dinilai membantu pemetaan bakat dan minat siswa.

“Tantangan berbasis AI membantu siswa mengenali potensi diri sejak dini,” pungkasnya.(*)

*Reporter: Nuralifia Tahtaniyarta/Editor: Muhammad Fauzan Akbar

Berita Terkait

Mahasiswa JBSI Gelar Pentas Drama Tahunan
​Mahasiswa JBSI Gelar Panggung Ekspresi Drama
HMJ PGSD Soroti Program Makan Siang Gratis di Panggung Inaugurasi
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan FEB Raih Juara 1 Pada Ecofest 2026
Dekan FEB UNM Ungkap Data Pengangguran yang Didominasi Gen-Z
Aksara 2026 Suguhkan Delapan Pementasan, Mahasiswa JBSI Tampilkan Karya Terbaik
Profesi UNM Gelar Lomba Gratis agar Mahasiswa Tak Terhalang Biaya
Salah Satu Mahasiswi Statistika 24 Raih Beasiswa Bank Indonesia 2026
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:50 WITA

Mahasiswa JBSI Gelar Pentas Drama Tahunan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:41 WITA

​Mahasiswa JBSI Gelar Panggung Ekspresi Drama

Senin, 18 Mei 2026 - 10:33 WITA

HMJ PGSD Soroti Program Makan Siang Gratis di Panggung Inaugurasi

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:03 WITA

Mahasiswa Ekonomi Pembangunan FEB Raih Juara 1 Pada Ecofest 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:07 WITA

Dekan FEB UNM Ungkap Data Pengangguran yang Didominasi Gen-Z

Berita Terbaru

Potret Salah Satu Pementasan Drama, (Foto: Muhammad Yusran)

Kilas Kampus

Mahasiswa JBSI Gelar Pentas Drama Tahunan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:50 WITA

Potret Sambutan Koordinator Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Nensilianti, (Foto: Muhammad Yusran)

Kilas Kampus

​Mahasiswa JBSI Gelar Panggung Ekspresi Drama

Senin, 18 Mei 2026 - 18:41 WITA

Potret Foto Bersama Setelah Inaugurasi, (Foto: Ist.)

Kilas Kampus

HMJ PGSD Soroti Program Makan Siang Gratis di Panggung Inaugurasi

Senin, 18 Mei 2026 - 10:33 WITA