PROFESI-UNM.COM – Asriana Yuningsi, Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM), berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik. Dalam wawancara, Asriana membagikan kisah perjalanan akademiknya yang tidak hanya berfokus pada perkuliahan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan non-akademik.
Ia mengungkapkan bahwa selama masa studi, dirinya tidak hanya berfokus pada bidang akademik, melainkan juga dalam bidang non-akademik seperti organisasi dan lomba. Baginya hal tersebut memberinya kesempatan meningkatkan jiwa kompetisi hingga melatih jiwa kepemimpinan.
“Saya tidak hanya berfokus pada akademik saja, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan non-akademik seperti organisasi dan lomba,” ungkapnya saat wawancara bersama awak Profesi, Rabu (3/2).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, karena kesibukan tersebut menuntut banyak pengorbanan, Khususnya dalam hal waktu berkumpul dengan temannya. Hingga waktunya tergantikan untuk belajar dan kegiatan.
“Tentu ada hal yang harus saya korbankan, seperti waktu bermain bersama teman yang sering kali tergantikan dengan waktu belajar dan persiapan kegiatan,” lanjutnya.
Meski begitu, Asriana mengungkapkan bahwa setiap proses yang Ia jalani memiliki nilai tersendiri. Tentunya ilmu yang ia dapatkan dapat bermanfaat kedepannya.
“Saya percaya setiap proses dan pengorbanan itu adalah hal yang harus saya lakukan untuk mendapatkan hasil yang manis di akhir,” ungkapnya.
Wisudawan Terbaik FEB Ceritakan Masa Sulitnya saat Menjalani Perkuliahan
Ia juga pernah merasa kesulitan selama perkuliahan. Ketika aktivitas akademik dan non-akademik datang bersamaan, ia mengaku sempat merasa lelah.
“Jujur, pernah merasa lelah dan ingin menyerah, terutama saat akademik dan kegiatan non-akademik datang bersamaan,” tuturnya.
Namun, dari situ ia selalu sadar dengan tujuannya dan belajar mengembangkan kedisiplinan. Ia ingat dengan tujuan kenapa Ia berkuliah, hal ini menjadi proses dirinya untuk berkembang.
“Tapi saya selalu ingat tujuan awal saya. Justru dari momen sulit itu saya belajar mengatur waktu, lebih disiplin, dan jadi lebih kuat. Jadi, rasa lelah itu ternyata bagian dari proses berkembang,” tuturnya.
Menutup wawancara, Asriana menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang masih menjalani perkuliahan. Organisasi bukan sebagai alasan tidak memiliki akademik yang bagus.
“Pesan saya jangan jadikan organisasi sebagai alasan untuk tidak memiliki akademik yang bagus, karena justru dari organisasi juga kita bisa belajar lebih banyak lagi hal-hal baru,” pungkasnya. (*)
*Reporter: Muhammad Yusran







