Tirai Derita di FIKK UNM yang Tak Kunjung Terbuka

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 00:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Muzammil Zabri mahasiswa dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (Foto:ist)

Potret Muzammil Zabri mahasiswa dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (Foto:ist)

 

PROFESI-UNM.COM – Selamat datang, mahasiswa baru angkatan 2025, di kampus universitas negeri makassar. Kampus yang selama ini agung sebagai tumpuan dan harapan dalam menapaki jalan ilmu pengetahuan. Di antara sepuluh, mata orange yang tersebar di kampus ini, ada satu mata yang terus meneteskan air mata, menyimpan harapan besar akan terpenuhinya hak-hak mahasiswa, namun nyaris selalu kering.

Ya, itulah Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), salah satu entitas akademik yang  mampu menjadi rumah bagi tumbuhnya generasi unggul di bidang pendidikan jasmani, kesehatan, dan olahraga. Melalui Harapan setiap mahasiswa baru yang menjejakkan kaki untuk pertama kali di kampus ini. Namun, realitasnya justru sering kali jauh dari bayangan ideal yang tertanam dalam benak mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak awal perkuliahan, mahasiswa baru FIKK UNM akan menghadapi keterbatasan fasilitas ruang belajar. Setiap pagi, ratusan mahasiswa harus bergegas mencari kelas, berebut bangku, bahkan tidak jarang ada yang terpaksa berdiri atau duduk di lantai demi mengikuti perkuliahan, tidak sedikit pula yang sama sekali tidak mendapatkan ruang belajar.

Baca Juga Berita :  Hafal 30 Juz, Vicky Mengaku Dimotivasi Ustaz Yusuf Mansyur

Pertanyaan pun menggantung di udara, Sampai kapan tirai derita ini akan terbuka? Esok? Lusa? Atau tak akan pernah? Sementara di Menara Pinisi yang menjulang, para nakhoda memilih bungkam, bersembunyi di balik meja kerja, membiarkan keresahan mahasiswa menjadi gema yang tak pernah terjawab. Sehingga, Segala upaya untuk menuntut kepastian kandas di dinding birokrasi yang bisu.

Ironisnya, di tengah keterbatasan tersebut, mahasiswa FIKK UNM terus mengukir prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Mereka dengan bangga mengangkat nama identitas almamaternya di podium. Akan tetapi, pencapaian gemilang ini tidak serta-merta memantik kebijakan yang berpihak pada pemenuhan hak-hak mahasiswa.

Lebih jauh. mahasiswa baru, akan di hadapkan dengan praktik pungutan liar yang masih menjadi isu sentral di lingkungan FIKK UNM. Beberapa oknum dosen memanfaatkan posisi, menjadikan mahasiswa bukan sebagai insan yang haus ilmu, tetapi sebagai ladang untuk meraup rupiah. Yang dimana, banyak dari mereka hanyalah anak petani, yang orang tuanya membanting tulang di kampung demi satu impian, yaitu melihat anaknya mengenakan toga, bukan menanggung beban yang tak semestinya.

Baca Juga Berita :  [Opini] Menuju Era People New Normal

Fenomena ini menunjukkan adanya ketimpangan antara visi lembaga pendidikan tinggi sebagai fasilitator pengembangan mahasiswa dengan kenyataan di lapangan. Kapal Pinisi yang seharusnya membawa mahasiswa mengarungi samudra ilmu, kini tampak terombang-ambing, bahkan nyaris karam, di tengah lautan ketidakpastian.

Beginilah wajah FIKK UNM hari ini. Tempat yang seharusnya menjadi rumah ilmu dan keadilan, kini menyerupai fatamorgana, yang indah dari jauh, dan menghilang saat dekat

. Jika perubahan tidak segera diwujudkan, tirai derita ini akan tetap menutup cahaya harapan mahasiswa FIKK UNM. Dan ketika generasi penerus kehilangan kepercayaan pada institusi pendidikannya, kerusakan yang terjadi tidak hanya merugikan kampus, tetapi juga masa depan bangsa.(*)

*Penulis: Muzammil Zabri

Berita Terkait

[OPINI] DAS Saddang kabupaten Enrekang: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Objek Investasi
[OPINI] Enrekang berada di persimpangan: Antara Kemajuan atau Kehilangan
[OPINI] Kemegahan Yang Menipu: Realitas di Balik Gedung Pinisi UNM
[OPINI] Paradoks LK UNM: Kubangan Kotor Menuju Krisis Legitimasi Mahasiswa
[OPINI] Ancaman Tambang terhadap Ruang Hidup dan Kedaulatan Lahan Masyarakat Enrekang
Patriarki dalam Lembaga Kemahasiswaan UNM: Menggugat Ilusi Kesetaraan
[OPINI] Menara Pinisi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras
[OPINI] Perempuan dalam Cengkeraman Patriarki: Telaah Teologis Kritis atas Teks Alkitab

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 21:00 WITA

[OPINI] DAS Saddang kabupaten Enrekang: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Objek Investasi

Selasa, 28 April 2026 - 20:08 WITA

[OPINI] Enrekang berada di persimpangan: Antara Kemajuan atau Kehilangan

Sabtu, 25 April 2026 - 11:39 WITA

[OPINI] Kemegahan Yang Menipu: Realitas di Balik Gedung Pinisi UNM

Jumat, 24 April 2026 - 01:30 WITA

[OPINI] Paradoks LK UNM: Kubangan Kotor Menuju Krisis Legitimasi Mahasiswa

Jumat, 17 April 2026 - 01:33 WITA

[OPINI] Ancaman Tambang terhadap Ruang Hidup dan Kedaulatan Lahan Masyarakat Enrekang

Berita Terbaru

Grafik Jumlah Penelitian dan Pengabdian Perguruan Tinggi LPTK Tahun 2026, (Foto: Ist)

Universitas Negeri Makassar

Lampaui Seluruh LPTK di Indonesia, UNM Jawara Hibah BIMA 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 00:43 WITA

Foto Bersama Tim Himatik dengan Lain Ketika Kegiatan Berlangsung, (Foto: Ist)

Himatik FT UNM

Proyek Mata Kuliah Antar Tim Himatik Raih Juara 1

Senin, 27 Apr 2026 - 21:02 WITA

Foto Bersama dalam Pembukaan Matriks 2026, (Foto: Ist)

Tak Berkategori

Ajang Prestasi dan Semangat Kebersamaan dalam Matriks 2026

Senin, 27 Apr 2026 - 16:55 WITA