PROFESI-UNM.COM – Menjalankan perkuliahan di bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Di tengah padatnya tugas dan aktivitas akademik, menjaga konsistensi tadarus Al-Qur’an membutuhkan komitmen yang kuat.
Perubahan pola tidur dan waktu belajar selama berpuasa kerap memengaruhi fokus dan produktivitas. Kondisi tersebut sering membuat sebagian mahasiswa menunda bahkan melewatkan tadarus harian.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyusun jadwal harian secara teratur sejak awal Ramadan. Menentukan waktu khusus untuk membaca Al-Qur’an, seperti setelah sahur atau usai salat tarawih, dapat membantu menjaga konsistensi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa juga perlu membagi target bacaan menjadi porsi yang lebih ringan dan realistis. Membaca beberapa halaman setiap selesai salat fardu dapat menjadi strategi efektif agar tadarus tidak terasa berat.
Selain manajemen waktu, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif turut berperan penting. Mengurangi distraksi dari gawai saat waktu tadarus membantu menjaga kekhusyukan dan fokus.
Menggabungkan waktu istirahat dengan aktivitas spiritual juga bisa menjadi solusi. Misalnya, mengganti sebagian waktu berselancar di media sosial dengan membaca Al-Qur’an selama beberapa menit.
Dukungan dari teman sebaya dapat meningkatkan semangat dalam menjaga rutinitas tadarus. Membentuk kelompok kecil atau saling mengingatkan target bacaan harian akan memperkuat motivasi bersama.
Pada akhirnya, keseimbangan antara tugas kuliah dan ibadah dapat tercapai dengan niat serta kedisiplinan. Ramadan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa tanggung jawab akademik dan spiritual dapat berjalan beriringan. (*)
*Reporter: Ratna Wulandari







