PROFESI-UNM.COM – Distraksi digital kini menjadi salah satu hambatan nyata bagi mahasiswa. Media sosial, aplikasi hiburan, dan notifikasi yang terus muncul sering kali mengganggu konsentrasi. Akibatnya, produktivitas menurun dan tugas kuliah sulit terselesaikan dengan baik. Untuk menjaga fokus, sangat perlu strategi yang lebih terarah.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menerapkan digital minimalism. Caranya dengan mengurangi aplikasi yang tidak relevan, menonaktifkan notifikasi, dan memanfaatkan fitur focus mode. Dengan begitu, ruang digital terasa lebih sederhana dan tidak terlalu memancing rasa ingin tahu berlebihan.
Teknik Pomodoro juga terbukti membantu. Waktu belajar kita bagi menjadi 25 menit fokus, lalu istirahat singkat 5 menit. Pola ini menjaga otak tetap segar dan mengurangi kejenuhan. Setelah beberapa siklus, mahasiswa bisa mengambil istirahat lebih panjang untuk memulihkan energi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian, lingkungan belajar turut menentukan kualitas konsentrasi. Tempat tenang seperti perpustakaan atau ruang khusus belajar biasanya lebih mendukung. Jika tidak tersedia, musik instrumental atau white noise dapat membantu menutup gangguan suara. Suasana yang terkontrol membuat fokus lebih mudah untuk kita pertahankan.
Lebih lanjut, multitasking digital sebaiknya dihindari. Belajar sambil membuka media sosial justru menurunkan kualitas konsentrasi. Membuat daftar prioritas harian dan menyelesaikan satu tugas sebelum beralih ke tugas lain akan lebih efektif sekaligus mengurangi stres.
Teknologi pada akhirnya bisa menjadi alat bantu yang positif. Aplikasi pencatat ide, mindmap, atau platform e-learning mendukung proses belajar. Dengan menjadikan teknologi sebagai sarana produktif, mahasiswa tetap bisa fokus sekaligus memaksimalkan potensi digital untuk kepentingan akademik. (*)
*Reporter: Nur Hafizhah







