Skorsing Enam Mahasiswa, Ini Penjelasan PD III FE UNM

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 12 Juli 2018 - 21:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para demonstran berkumpul di Lapangan Fakultas Ekonomi (FE) UNM menuntut Pimpinan Fakultas FE UNM mewujudkan demokrasi didalam kampus. (Foto: Wahyu Riansyah-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Enam mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) diberikan sanksi skorsing oleh Komisi Disiplin (Komdis) FE UNM. Terkait sanksi skorsing tersebut, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) FE UNM, Sahade angkat bicara.

Ia mengatakan bahwa sanksi yang dikeluarkan bukanlah bentuk pelarangan pimpinan kepada mahasiswa yang melakukan aksi. Menurutnya penyampaian aspirasi di depan umum telah diatur dalam undang-undang. Namun sanksi yang diberikan tersebut menyangkut persoalan etika.

“Tidak pernah kami melarang mahasiswa berdemonstrasi. Karna demonstrasi itu diatur dalam konstitusi. Etikanya yang kami persoalkan, mereka masuk ke dalam ruang dekan dan teriak menggunakan megaphone,” katanya saat ditemui di ruangannya, Kamis (12/7).

Sahade juga mengatakan bahwa para demonstran meminta birokrasi untuk berdialog di tengah-tengah demonstran. Tetapi itu tak dipenuhi. Sehingga ia meminta berdialog di ruang senat, karena menurutnya berdialog di ruang terbuka saat itu tidak memungkinkan. Namun para demonstran menolak .

“Saat itu masih bulan puasa kalau kami berdialog di bawah takutnya ada akses untuk saling berkata kasar. Pak dekan tidak ingin puasanya rusak. Kami tawarkan untuk berdialog dengan baik di ruang senat dan mendiskusikan temuan-temuan mereka, tetapi mereka menolak,” paparnya.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa FT Jadi Korban Represif Kepolisian, Pengurus Himpunan Buka Donasi

Lebih lanjut ia menuturkan, keputusan untuk menskorsing enam mahasiswa ini bukan keputusan yang diambil serta-merta, tetapi melalui proses yang panjang dan pertimbangan yang matang.

“Ini bukan keputusan yang diambil semerta-merta. Kalau memang adik adik mahasiswa ini merasa benar silahkan tempuh jalan lain, tidak ada salahnya di era demokrasi ini kita punya hak memutuskan, adik punya hak membela,” tuturnya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Wahyu Riansyah

Berita Terkait

[FOTO] Aksi Mahasiswa Tuntut Pencabutan SK Pembatasan Jam Malam
Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam
Amoras Desak Transparansi Kasus Penembakan dan Kekerasan di Kampus
Aksi UNM Bergerak Dinilai Warga sebagai Hal Wajar
Wujudkan Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM
Mobil Operasional SAR UNM Rusak Imbas Bentrok Mahasiswa dan Ojol
HMI Turun ke Jalan, Tuntut Menteri Pendidikan Tinggi Dicopot atas Dugaan Pelanggaran Hukum
Ketua HMI Koorkom UNM Desak Copot Mendiktisaintek
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 18:50 WITA

[FOTO] Aksi Mahasiswa Tuntut Pencabutan SK Pembatasan Jam Malam

Jumat, 3 April 2026 - 01:04 WITA

Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:18 WITA

Amoras Desak Transparansi Kasus Penembakan dan Kekerasan di Kampus

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:28 WITA

Aksi UNM Bergerak Dinilai Warga sebagai Hal Wajar

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:30 WITA

Wujudkan Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM

Berita Terbaru

Potret Tim MP Ekolibrium Feb UNM setelah Meraih Prestasi Pada Ajang LEC 2026,(Foto:Ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

MP Ekolibrium FEB Raih Prestasi di Lombok Essay Competition 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:02 WITA

Foto Bersama Mahasiswa dan Dosen Program Studi D4 Tata Boga FT UNM, (Foto: Ratna Wulandari)

Fakultas Teknik

Cipta Karya Boga Hadirkan Kolaborasi Mahasiswa, Industri, dan Sekolah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:40 WITA

Sesi foto bersama dalam agenda pelatihan penulisan berita dan persuratan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA