PROFESI-UNM.COM- Kolaborasi antara Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Lamappapoleonro membuahkan aksi nyata dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui pengembangan teknologi tepat guna. Melalui kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek, tim dosen menyerahkan beberapa inovasi alat pertanian dan pengolahan pangan kepada warga Desa Congko.
Dipimpin oleh Sukri Nyompa, kegiatan tersebut menargetkan kelompok petani dan pelaku usaha kecil yang memiliki potensi namun masih terbatas dalam pemanfaatan teknologi. Teknologi pelet pakan ternak, Teknologi pemipil jagung, Teknologi pengolah jagung menjadi beras jagung, Kemasan Kemasan popcorn.
Dalam sambutannya, Syukri menyampaikan bahwa pengembangan desa harus berbasis pada potensi yang dimiliki oleh masyarakat, dan kehadiran teknologi adalah untuk mempermudah proses produksi agar lebih efisien dan bernilai ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak hanya menyerahkan alat, tetapi juga memastikan ada transfer ilmu dan keterampilan. Masyarakat tidak lagi bergantung pada pihak luar, tapi bisa menghasilkan, mengolah, hingga memasarkan produk mereka sendiri,” jelasnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelatihan teknis kepada warga, yang mencakup cara penggunaan, perawatan, hingga strategi pemanfaatan alat untuk usaha skala kecil. Tim dosen bersama tim lapangan serta mahasiswa Mbkm memberikan pendampingan agar alat tersebut benar-benar memberi manfaat jangka panjang.
Antusiasme warga sangat terlihat. Salah satu peserta, Darmadi, menyatakan bahwa alat pemipil jagung sangat membantu dalam menghemat tenaga dan waktu saat musim panen.
“Biasanya kami pipil jagung secara manual, satu per satu. Sekarang pekerjaan itu bisa selesai lebih cepat dan tidak terlalu melelahkan,” ungkapnya.
Selain mempermudah kegiatan harian, alat-alat tersebut juga membuka peluang bagi pengembangan unit usaha desa di bidang pakan ternak, pengolahan pangan sehat, dan industri rumahan olahan jagung.
Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat, membangun ekonomi lokal, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi desa. Tim akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan agar alat yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.(*)
*Reporter: Rahmadani







