Serahkan Pengelolaan Prodi Monodisiplin ke Fakultas, Direktur PPs UNM Tekankan Transisi Harus Mudahkan Mahasiswa

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi serah terima program monodisiplin magister dan doktor pascasarjana ke Fakultas, (Foto: Int.)

Prosesi serah terima program monodisiplin magister dan doktor pascasarjana ke Fakultas, (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) secara resmi melakukan langkah besar dalam transformasi tata kelola akademiknya. Program Pascasarjana (PPs) UNM kini menyerahkan sepenuhnya pengelolaan Program Monodisiplin Magister (S2) dan Doktor (S3) kepada masing-masing fakultas di lingkungan universitas.

Sebelumnya, prosesi penyerahan dan penandatanganan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Menara Pinisi, Senin (19/1). Penyerahan ini dengan penandatanganan berita acara serah terima oleh Direktur PPs Sapto Haryoko kepada para dekan fakultas penerima dan Pelaksana Harian (Plh) Rektor UNM, Farida Patittingi beserta jajarannya menyaksikan proses tersebut

Dalam wawancara lebih lanjut, Direktur Pascasarjana UNM, Sapto Haryoko, menjelaskan bahwa kebijakan ini berdasar pada aturan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) terbaru untuk memudahkan pengembangan disiplin ilmu secara berurutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dasar hukumnya itu kuat, terdorong oleh munculnya OTK Permendiktisaintek No. 34. Pasalnya jelas bahwa untuk prodi-prodi monodisiplin diintegrasikan di fakultas secara akademis untuk memudahkan yang namanya pengembangan ilmu,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia merinci bahwa pengalihan ini hanya berlaku bagi program studi yang memiliki basis ilmu tunggal atau memiliki jenjang S1 di fakultas terkait. Sementara itu, program yang bersifat lintas ilmu akan tetap di bawah naungan Pascasarjana.

Baca Juga Berita :  Cara Mahasiswa Mengatasi Frustrasi Saat Dikejar Laporan

“Monodisplin itu misalnya ada S1 nya di fakultas, seperti Bahasa Inggris atau Matematika, itu harusnya integrasikan di fakultas. Kecuali yang multidisiplin, yaitu prodi yang mahasiswanya berasal dari latar belakang berbeda-beda, itu tetap dikelola oleh Pascasarjana,” lanjutnya.

Sementara itu, meskipun terjadi transisi pengelolaan Sapto menjamin bahwa standar akademik dan kurikulum yang berlaku tidak akan mengalami perubahan. Pengalihan ini murni bersifat administratif dan manajerial.

“Mestinya tidak berubah, kurikulum tetap sama hanya pengelolanya atau tempatnya saja yang berubah. S2 Matematika ya tetap Matematika, tidak ada perubahan kalau itu hanya pengelolanya,” tegasnya.

Direktur PPs UNM Tekankan Transisi Harus Mudahkan Mahasiswa

Terkait teknis masa transisi, ia mengimbau agar fakultas melakukan langkah-langkah bertahap agar tidak menimbulkan kendala bagi mahasiswa. Ia menekankan pentingnya fleksibilitas dalam pelayanan selama proses adaptasi berlangsung.

“Saran saya lebih baik bertahap. Filosofinya, perubahan apa pun namanya jangan sampai merugikan mahasiswanya. Kalau di fakultas sulit, kenapa tidak dimudahkan di sini? Itu filsafat saya,” ungkapnya.

Baca Juga Berita :  Jejak Kearifan Lokal dan Mitigasi Bencana dalam KKL Geografi UNM Pangkep

Selanjutnya, mantan Wakil Dekan (WD) 4 Fakultas Teknik (FT) UNM ini juga menambahkan komitmennya dalam menjaga integritas lembaga dengan menghapuskan praktik pungutan tidak resmi selama masa jabatannya.

“Saya sudah mencoba meletakkan dasar di Pascasarjana, sudah hampir 2 tahun ini sudah bersih yang namanya amplop-amplop. Tidak ada lagi yang seperti itu,” tegasnya.

Menutup keterangannya, guru besar kelahiran Yogyakarta ini berharap pengalihan ke fakultas dapat meningkatkan kualitas jurnal dan mempercepat masa studi mahasiswa. Ia mengingatkan mahasiswa untuk lebih serius dan mampu menentukan prioritas antara pekerjaan dan pendidikan.

“Harapan saya kualitas dapat meningkat dan kecepatan studi juga naik. Hidup itu adalah pilihan, tidak bisa semuanya diambil. Harus ada skala prioritas mana yang paling penting dan mendesak. Itulah bedanya orang sekolah dan tidak sekolah, pikirannya harus jernih dan terstruktur,” pungkasnya. (*)

*Reporter: Hafid Budiawan

Berita Terkait

WD Tiga FISH Buka Workshop Entrepreneur, Tekan Angka Pengangguran Lulusan
Plt Rektor Apresiasi Rekam Jejak Alumni
Mapala Teknisi Buka Diksar Usung Metode Santai dan Interaktif
Satgas PPK UNM Resmi Buka Pendaftaran dan Seleksi Anggota Periode 2026 – 2028
Bukan Kurang Iman, Seminar Nasional Bahas Amigdala Sebagai Pemicu Stres
Seminar Nasional Peringati Hari Bahasa Ibu, Soroti Pelestarian Bahasa Daerah
UNM Siapkan Strategi Baru Hadapi PKM 2026
Pendidikan Sosiologi FIS-H UNM Gelar Kuliah Tamu
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 13:19 WITA

WD Tiga FISH Buka Workshop Entrepreneur, Tekan Angka Pengangguran Lulusan

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:45 WITA

Plt Rektor Apresiasi Rekam Jejak Alumni

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:51 WITA

Mapala Teknisi Buka Diksar Usung Metode Santai dan Interaktif

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:22 WITA

Satgas PPK UNM Resmi Buka Pendaftaran dan Seleksi Anggota Periode 2026 – 2028

Sabtu, 28 Februari 2026 - 09:45 WITA

Bukan Kurang Iman, Seminar Nasional Bahas Amigdala Sebagai Pemicu Stres

Berita Terbaru

Ilustrasi Mahasiswa Masuk Kampus Pasca Libur Semester, (Foto: Ai.)

Berita Wiki

Tips Tampil Glowing Pasca Libur Semester

Senin, 1 Jun 2026 - 23:35 WITA

Ilustrasi Mahasiswa saat Libur Semester, (Foto: Ai.)

Berita Wiki

Libur Semester, Waktu Rehat dan Pengembangan Diri Mahasiswa

Senin, 1 Jun 2026 - 23:27 WITA

Ilustrasi Mahasiswa Melihat Tren Coffee Shop  (Foto : Ai)

wiki

Tren Kopi Estetik Picu Fenomena FOMO di Kalangan Mahasiswa

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:58 WITA