PROFESI-UNM.COM – Sehari setelah pengumuman resmi Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam momentum wisuda, massa aksi kembali menggelar demonstrasi di depan Gedung Menara Pinisi UNM. Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap penunjukan Plt Rektor UNM, Kamis (5/2).
Aksi mulai dengan penyampaian orasi dari sejumlah massa yang menilai kebijakan UNM akhir-akhir ini tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Mereka menyebut ada keputusan yang seharusnya kampus keluarkan. Akan tetapi, justru muncul dari pihak kementerian maupun pimpinan UNM tanpa memperhatikan situasi internal.
Salah satu massa aksi menyampaikan kritik terkait penunjukan Plt Rektor yang kembali berasal dari almamater merah. Ia mempertanyakan alasan pemilihan figur dari luar kampus, sementara banyak profesor internal UNM yang ia nilai mampu mengisi posisi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kenapa harus dari almamater merah lagi, banyak profesor internal yang punya potensi dan bisa memimpin UNM,” ujarnya.
Ia juga menyinggung dugaan penggunaan akun buzzer oleh pihak luar yang dianggap mencoreng nama baik pimpinan sebelumnya. Menurutnya, langkah tersebut tidak selayaknya dilakukan oleh pihak yang berada pada lingkaran kekuasaan kampus.
“Sudah jelas akun-akun buzzer itu siapa. Mereka yang merusak nama baik pimpinan sebelumnya tanpa bukti konkret,” tambahnya.
Terakhir, massa aksi berharap pimpinan UNM maupun Kemendikbudristek dapat mengembalikan marwah kampus serta memastikan proses penunjukan pimpinan berjalan dengan benar.(*)
*Reporter: Nurul Aenun Mardia







