PROFESI-UNM.COM – Menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam meningkatkan intensitas ibadah guna meraih kemuliaan Lailatul Qadar.
Malam yang disebut dalam Surah Al-Qadr sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan ini diyakini menjadi momentum turunnya Al-Qur’an sekaligus malam penuh ampunan dan keberkahan.
Sejumlah persiapan dinilai penting dilakukan agar ibadah lebih maksimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertama, meluruskan niat serta memperkuat komitmen spiritual untuk menghidupkan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Kedua, memperdalam pemahaman mengenai keutamaan Lailatul Qadar agar setiap amalan dilakukan secara sadar dan penuh penghayatan.
Selain kesiapan batin, kondisi fisik juga perlu diperhatikan. Pengaturan pola istirahat dan asupan nutrisi saat sahur maupun berbuka menjadi langkah strategis untuk menjaga stamina selama qiyamul lail.
Umat Islam juga dianjurkan menyusun agenda ibadah, seperti salat malam, tilawah Al-Qur’an, zikir, serta doa, agar pelaksanaannya terarah dan konsisten.
Tak kalah penting, memperbanyak istighfar dan taubat menjadi upaya membersihkan diri dari dosa serta memperbaiki hubungan sosial. Momentum ini juga dapat dimanfaatkan dengan meningkatkan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Dengan persiapan lahir dan batin yang matang, Lailatul Qadar tidak sekadar menjadi peristiwa tahunan, melainkan ruang refleksi dan transformasi spiritual menuju pribadi yang lebih bertakwa.(*)
*Reporter: Rahmadani






