PROFESI-UNM.COM – Kegiatan klinik proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menghadirkan pemateri yang memberikan penguatan strategi penyusunan proposal menjelang batas akhir pengumpulan. Salah satu pematerinya adalah dosen Universitas Hasanuddin (Unhas), Suhasman.
Ia menyoroti pentingnya mengikuti format secara detail agar proposal tidak gugur pada tahap awal seleksi administrasi. Hal ini menjadi perhatian utama karena banyak proposal gagal hanya akibat kesalahan teknis yang sebenarnya dapat dihindari.
“Secara umum, saran pertama buat adik-adik sekalian, ikuti format sedetail-detailnya. Godaan paling berat itu meniru proposal sebelumnya,” ujarnya, Sabtu (6/4).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga orisinalitas ide agar proposal memiliki kebaruan dan tidak merupakan pengulangan topik lama. Mengikuti tren topik tanpa inovasi dinilai berisiko karena reviewer cenderung mencari gagasan yang segar dan relevan.
“Hati-hati, jangan sampai AI kemudian membodoh-bodohin kita. Jangan biasakan beropini, mana datanya, mana sumbernya,” tekannya.
Menutup materinya, Dosen Unhas ini juga menjelaskan proposal PKM merupakan ajang kompetisi sehingga membutuhkan tingkat kebaruan dan tantangan intelektual lebih tinggi daripada skripsi. Mahasiswa perlu untuk mampu menghadirkan ide yang tidak hanya relevan tetapi juga memiliki nilai inovasi yang kuat.
“Karena ini kompetisi, suka tidak suka level riset kalian harus di atas level skripsi. Ini penting dan harus sekarang,” jelasnya. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa







