PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2023, gelar pameran fotografi dengan menampilkan karya visual bertema “Memotret Warga untuk Warga”. Pameran ini digelar di Pelataran TD FIP UNM, Selasa (25/11).
Dosen Pengampu Mata Kuliah Pengembangan Media Foto, Sofyan Basri, menyatakan bahwa kegiatan ini merepresentasikan pencapaian tertinggi dalam proses pembelajaran, di mana penekanannya tidak lagi hanya pada perolehan nilai, tetapi pada dampak yang ditimbulkan.
“Ini adalah puncak dari proses pembelajaran bukan hanya pada orientasi nilai tapi juga dampak,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menerangkan pelaksanaan pameran ini menuntut mahasiswa untuk tidak hanya cakap secara teknis memotret. Mahasiswa ditantang dapat memahami dan menyampaikan makna yang ingin mereka sampaikan.
“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa foto adalah medium yang mampu mempengaruhi cara kita melihat masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Dekan FIP UNM, Abdul Saman, menjelaskan bahwa karya fotografi yang dipamerkan tidak hanya menampilkan aspek visual semata, tetapi juga mengajak audiens untuk memahami makna yang lebih dalam dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Foto-foto yang dipamerkan ini tidak hanya menampilkan visual, tetapi juga mengajak kita membaca makna yang lebih dalam dari keseharian warga,” ujarnya.
Selanjutnya, ia memberikan apresiasi sekaligus pesan kepada mahasiswa yang berpartisipasi dalam pameran ini. Ia menekankan bahwa esensi dari sebuah karya visual terletak pada makna di baliknya, bukan hanya pada teknik pengambilan gambar semata.
“Mahasiswa tidak boleh hanya mengetahui cara mengambil foto, tetapi juga memahami cerita di balik objek yang mereka abadikan,” pesannya.
Terakhir, Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan, Farida Febriati, menambahkan bahwa pembelajaran ini harus menghasilkan dampak positif, baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat, serta mengajak publik untuk memperhatikan realitas yang selama ini terabaikan.
“Pembelajaran harus berdampak, baik pada mahasiswa maupun masyarakat juga sekaligus mengajak publik melihat realitas dari sudut yang mungkin selama ini terabaikan” tutupnya. (*)
*Reporter: Hafid Budiawan







