[Opini] Revolusi Industri 4.0 Adalah Hoax

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 28 Januari 2019 - 14:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Wajah Revolusi Industri 4.0

PROFESI-UNM.COM – Bekerjasamanya Indonesia dengan IMF, World bank dan WTO adalah sebuah bencana besar dalam menghadapi Raksasa kapitalisme Global dengan dalih Mencerdaskan Kehidupan bangsa dan mensejahterakan Rakyatnya.

Bergulirnya berbagai regulasi dari berbagai Institusi Global tersebut malah menjadikan Bangsa ini terpuruk atas tindakan-tindakan eksploitatif, tujuannya yaitu mengimprealisasi segala aspek kehidupan dari Bangsa ini – dari aspek Sumber Daya Alam (SDA) hingga ke Sumber Daya Manusia (SDM).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guncangan tersebut sangat terasa hingga kepada kelas bawah buruh, petani dan kaum miskin kota. Indonesia telah memasuki babak baru dalam mendigitalisasi segala aspek kehidupan manusia melalui Revolusi Industri 4.0

Dalam catatan sejarah, dunia mengalami empat revolusi industri yaitu Pada abad ke-18 Revolusi industri 1.0 ditandai dengan penemuan mesin uap untuk mendukung mesin produksi, kereta api dan kapal layar.

Pada awal abad 19 telah menandai lahirnya revolusi industri 2.0. Enerji listrik mendorong para imuwan untuk menemukan berbagai teknologi lainnya seperti lampu, mesin telegraf, dan teknologi ban berjalan.

Pada awal abad 20 telah melahirkan revolusi industri 3.0 teknologi informasi dan proses produksi yang dikendalikan secara otomatis. Mesin industri tidak lagi dikendalikan oleh tenaga manusia tetapi menggunakan  sistem otomatisasi berbasis komputer.

Baca Juga Berita :  Zonasi dalam Pendidikan: Antara Keadilan dan Batasan

Revolusi industri 4.0 mengalami puncaknya saat ini dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak masif terhadap hidup manusia di seluruh dunia dengan mendorong sistem otomatisasi di dalam semua proses aktivitas dengan menggunakan jaringan Internet.

Revolusi Industri 4.0 sebagai Hoax dalam Dunia Pendidikan

Setiap Sejarah Dunia yang digarisakan pasti akan memiliki sisi hitam maupun putih. Revolusi Industri 4.0 dalam transformasinya ke pikiran masyarakat, tentu akan menampilkan sebuah bangunan utuh nan baru dalam menyelamatkan umat manusia, sebagaimana hal ini digalakkan di era humanisme atau modernisme abad ke 18.

 

Perguruan Tinggi sebagai kawasan dialektika Ilmu pengetahuan, ternyata menilai bahwa Revolusi Industri 4.0 ini adalah Hoax terbesar dalam menguntungkan kekuasaan melalui pengetahuan konstruksi dari kekuasaan itu sendiri. Dalam sektor pendidikan, Hoax ini terus digalakkan.

 

Di dalam dunia perguruan tinggi, fenomena disrupsi ini dapat kita lihat dari berkembangnya riset-riset kolaborasi antar peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan perguruan tinggi. Riset tidak lagi berorientasi pada penyelesaian masalah (problem solving) dalam sosial tetapi didorong untuk menemukan potensi seperti masalah ekonomi yang berpacu bersama tujuan kapitalisme.

Baca Juga Berita :  Andi Umrahwati Sabet Wisudawan Terbaik FT UNM

 

Dampak yang lain terlihat dari pengurangan jam tatap muka di perguruan tinggi akibat sistem online yang akan dicanangkannya. Tak adanya sikap kerja kolektif dalam perguruan tinggi malah menjadi dampak yang akan semakin terasa sehingga sikap individualistik dalam diri peserta didik akan diparipurnakan melalui sistem ini. bahkan kurangnya kepekaan sosial terhadap masalah-masalah pasti tak akan terhindarkan.

 

Berjalannya perguruan tinggi yang sejalan dengan orientasi bisnis sesuai dengan kebutuhan pasar malah akan menjadi boomerang yang menakutkan bagi jurusan-jurusan humaniora.

Makin tebukanya jurusan-jurusan yang berkebutuhan pasar akan berbanding lurus atas tergerusnya jurusan-jurusan humaniora seperti sastra, seni, sosiologi dan sebagainya.

Sehingga perguruan tinggi bukan malah menjadi institusi pencerdasan sebagaimana UUD 1945 tetapi malah menjadi penyakit kronis atas ketimpangan demi ketimpangan yang terjadi dimasyarakat.

Sebagaimana UU No. 12 tahun 2012 yang lebih menekankan atas orientasi bisnis bagi perguruan tinggi. Jika orientasi perguruan tinggi di Indonesia seperti ini maka hasilnya pembangunan jalan tol berjalan lancar dan jalan literasi akan semakin terhambat.


*Penulis adalah Dwi Reski Hardianto Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM

 

Berita Terkait

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 
[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi
[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis
[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.
[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan
[OPINI] Saat Pendidikan Kehilangan Mata Air Kemanusiaan: Sekolah yang Sibuk Mengukur, Tapi Lupa untuk Memeluk.
[ OPINI ] Ketika Pengabdian Guru Dijadikan Alasan untuk Membiarkan Ketidakadilan
[OPINI] Metafora Analitis Hukum Newton III dan Psikologi Kebijakan: Setiap Aksi Negara Melahirkan Reaksi Manusia
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05 WITA

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WITA

[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi

Senin, 8 Juni 2026 - 20:27 WITA

[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:32 WITA

[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:12 WITA

[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan

Berita Terbaru

Flyer Pemilihan Duta Kampus 2026 Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar, (Foto: Int.)

Fakultas Psikologi

Pemilihan Duta Kampus Fakultas Psikologi 2026 Dibuka untuk Mahasiswa

Minggu, 28 Jun 2026 - 23:07 WITA

Potret Penyerahan Hadiah Juara Kepada Tim Lokalabs, (Foto: Ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Raih Juara 1, Tim Lokalabs Sebut Penentuan Konsep Jadi Tantangan Awal APBISDI 2026

Minggu, 28 Jun 2026 - 23:00 WITA

Pamflet Pendaftaran Olympic Of Statistics 2026, (Foto: Ist.)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Pendaftaran Gelombang II Olympic of Statistics 2026 Resmi Dibuka

Minggu, 28 Jun 2026 - 22:48 WITA

Pengumuman Pemenang Juara 1 Kategori UI/UX Design Ajang APBISDI 2026, (Foto: Ist)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Tim Lokalabs Prodi Bisnis Digital Raih Juara 1 UI/UX Design APBISDI 2026

Sabtu, 27 Jun 2026 - 23:13 WITA