Menjaga Kesehatan di Saat Cuaca Tidak Stabil

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seseorang yang sedang sakit, (Foto: Ai)

Ilustrasi seseorang yang sedang sakit, (Foto: Ai)

PROFESI-UNM.COM– Menjaga kesehatan di saat cuaca tidak stabil merupakan upaya penting untuk melindungi tubuh dari berbagai gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat perubahan suhu dan kondisi lingkungan yang tidak menentu. Cuaca yang sering berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh.

Cuaca tidak stabil umumnya terjadi pada masa peralihan musim atau sebagai dampak perubahan iklim. Kondisi ini membuat tubuh harus terus beradaptasi dengan lingkungan, sehingga lebih mudah terserang penyakit seperti flu, batuk, pilek, demam, dan infeksi saluran pernapasan.

Perubahan suhu yang drastis dapat melemahkan sistem imun, sementara kelembapan tinggi saat musim hujan dapat mempercepat penyebaran virus dan bakteri. Di sisi lain, cuaca panas berlebihan juga berisiko menyebabkan dehidrasi, kelelahan, dan gangguan kesehatan lainnya.

Untuk menjaga kesehatan, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya vitamin dan mineral guna meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara teratur sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Penggunaan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca juga berperan penting dalam menjaga kesehatan. Saat cuaca dingin atau hujan, pakaian hangat dapat membantu menjaga suhu tubuh, sedangkan saat cuaca panas, pakaian yang ringan dan menyerap keringat dapat mengurangi risiko kepanasan.

Baca Juga Berita :  Tips Kembali Tingkatkan Produktifitas yang Hampir Sirna

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah pencegahan yang tidak kalah penting. Mencuci tangan secara rutin, menjaga kebersihan tempat tinggal, serta menghindari lingkungan yang kotor dapat mengurangi risiko penularan penyakit.

Istirahat yang cukup dan pengelolaan stres yang baik juga membantu menjaga daya tahan tubuh. Tubuh yang cukup beristirahat akan lebih mampu melawan infeksi dan beradaptasi terhadap perubahan cuaca.

Dengan menerapkan pola hidup sehat dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, masyarakat dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan di saat cuaca tidak stabil.(*)

*Reporter: Rahmadani

Berita Terkait

Tips Menyimpan Sayuran agar Tetap Awet bagi Anak Kos Tanpa Kulkas
Tips Menghadapi Cuaca Panas Saat Beraktivitas di Kampus
Kenali Beberapa Beasiswa Pemerintah yang Bisa Jadi Pilihan untuk Melanjutkan Pendidikan
Siap KKN? Ini 5 Langkah yang Perlu Dipersiapkan Mahasiswa
Cara Menghadapi Ketakutan Presentasi di Depan Kelas
Tingkatkan Peluang Lolos, Ini Langkah Mempersiapkan Seleksi Beasiswa
Inovasi Mahasiswa Dorong Solusi Kreatif bagi Masyarakat
Suka Manis Tetap Bisa Diet dengan Pilihan yang Lebih Sehat
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:35 WITA

Tips Menyimpan Sayuran agar Tetap Awet bagi Anak Kos Tanpa Kulkas

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:11 WITA

Tips Menghadapi Cuaca Panas Saat Beraktivitas di Kampus

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:54 WITA

Kenali Beberapa Beasiswa Pemerintah yang Bisa Jadi Pilihan untuk Melanjutkan Pendidikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:59 WITA

Siap KKN? Ini 5 Langkah yang Perlu Dipersiapkan Mahasiswa

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:50 WITA

Cara Menghadapi Ketakutan Presentasi di Depan Kelas

Berita Terbaru

Foto Suasana Pembukaan OPEN dan Pekan Pujangga 2026, (Foto: Nur Hafizhah).

Himaprodi PBSI

Himaprodi PBSI Gelar OPEN dan Pekan Pujangga ke-13

Sabtu, 1 Agu 2026 - 22:45 WITA

Potret Farida pada Kegiatan Upacara Perayaan Dies Natalis UNM ke-65, (Foto : Alyani Fajrina Nursyabri)

Universitas Negeri Makassar

Relaksasi UKT Capai Rp13,41 Miliar, UNM Fokus Ringankan Beban Mahasiswa

Sabtu, 1 Agu 2026 - 22:37 WITA