PROFESI-UNM.COM – Kevin Sarongngallo, mahasiswa semester 8 Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), meraih beasiswa kursus musim panas (Hochschulsommerkurs) dari Pemerintah Jerman melalui DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst), Jumat (27/2).
Program tersebut akan dilaksanakan di Düsseldorf, Jerman, tepatnya di Institut für International Kommunikation selama satu bulan pada Agustus mendatang.
Kevin menjelaskan proses seleksi beasiswa ini berlangsung selama kurang lebih lima bulan. Mulai sejak Oktober 2025 hingga pengumuman pada akhir Februari 2026, serta berbagai peserta dari berbagai negara. Penilaian seleksi berdasarkan pada kelengkapan dokumen, seperti Curriculum Vitae (CV), sertifikat prestasi. Selain itu, hasil wawancara dalam bahasa Jerman yang dilakukan oleh Lektorin DAAD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seleksi sangat ketat kurang lebih 5 bulan karena pendaftar nya dari berbagai negara, jadi daftarnya sekitar Oktober 2025 dan pengumuman terakhir pada Februari 2026. Lolos atau tidaknya dilihat dari CV, sertifikat prestasi, dan hasil interview bahasa Jerman oleh Lektorin DAAD,” jelasnya.
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman Lolos Beasiswa DAAD
Ia menambahkan bahwa ketertarikannya terhadap bahasa dan budaya Jerman sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) terus berkembang seiring waktu. Terutama saat melanjutkan studi di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, hingga mendorongnya untuk menetapkan target belajar langsung di Jerman.
“Saya sangat tertarik belajar bahasa jerman dan budayanya sejak SMA, lalu melanjutkan ambil bahasa Jerman saat masuk kuliah dan saya targetkan suatu saat harus benar-benar ke Jerman belajar bahasa dan budayanya secara langsung,” tambahnya.
Melalui beasiswa ini, Kevin berharap kemampuan bahasa Jermannya dapat semakin meningkat. Selain itu, sekaligus membuka peluang karier yang lebih luas di masa depan. Ia juga ingin pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain, khususnya di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, untuk terus mengembangkan diri.
“Harapan saya dengan beasiswa ini kemampuan bahasa Jerman saya semakin terupgrade dan peluang karir saya semakin besar khususnya bidang bahasa Jerman. Saya juga berharap teman-teman mahasiswa prodi bahasa Jerman termotivasi untuk berusaha. Selain itu, meningkatkan bahasa Jermannya supaya kelak dapat kesempatan yang sama,” tutupnya. (*)
*Reporter: Nadia Miftha Buata







