Mahasiswa FMIPA UNM Ciptakan Inovasi Anti Bakteri untuk Pakaian

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 26 Desember 2017 - 21:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa FMIPA, Musdalifa K saat memamerkan inovasinya yakni Antibacterial Cotton Combed (ACC) – (Foto: Dasrin – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Sejak dulu, pakaian sudah menjadi kebutuhan pokok yang tak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Dalam segala kondisi apapun, tentu saja barang itu sangat dibutuhkan.

Selain sebagai pelindung tubuh, pakaian juga digunakan untuk menutup aurat. Akan tetapi, pelbagai masalah juga sering dialami ketika mengenakan pakaian. Adanya bakteri jahat kerap kali muncul pada pakaian tanpa disadari Straphylococcus aureus salah satunya Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi kulit, bisul, pneumonia, endokarditis, dan septikemia.

Berawal dari masalah tersebut tiga mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang juga anggota Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran menciptakan sebuah inovasi. Musdalifa K. dari Jurusan Kimia, Muh. Nurul Kamal dari Jurusan Kimia, dan Herawati dari Jurusan Biologi membuat anti bakteri straphylococcus aureus untuk pakaian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Idenya muncul ketika anggota tim saya merasa resah dengan kondisinya yang mudah berkeringat dan menyebabkan bau badan. Setelah dicari tahu ternyata salah satu penyebabnya ada bakteri di pakaian,” kata Musdalifa.

Baca Juga Berita :  UKM PRAMUKA UNM Siap Rekrut Anggota Baru

Invoasi ini berupa cairan yang akan di semprotkan pada pakaian. Anti bakterinya merupakan hasil sintesi atau gabungan dari senyawa seng asetat dan natrium hidroksida. Kedua senyawa murni ini mampu mengatasi bakteri straphylococcus aureus yang biasa ada dalam pakaian. Dapat diperoleh di toko bahan kimia, namun biasanya mereka mengambil bahan tersebut di laboratorium jurusannya.

Sementara untuk prosedur pembuatannya terlebih dahulu melakuka sintesis nano partikel ZnO atau seng oksida. Nano ZnO ini dibuat dari kristal seng asetat dan natrium hidroksida yang dilarutkan dalam aquades. Kemudian ditirasi ata proses penentuan jumlah larutan dengan alkohol dengan persentase 9 persen hingga membentuk endapan ZnO.

“Setelah itu netralisasi pada endapan ZnO, lalu pemanasan dan kalsinasi untuk menguapkan sisa air di dalam endapan itu. Hasilnya jadi kristal warna putih ZnO,” jelasnya.

Baca Juga Berita :  Husain Syam Pastikan Transformasi PTN BH Tidak Pengaruhi Biaya Kuliah

Selanjutnya, kata Musdalifa memastikan kristal yang diperole merupakan ukuran nano. Untuk itu karakterisasi atau mengenal senyawa baru yang dilakukan memakai X-Ray Difraction (XRD). Ukuran tersebut dipakai lanataran memiliki kemampuan hambat bakteri lebi baik,

“Kemudian pengaplikasian larutan anti bakteri ke kain cotto combed. Lalu uji daya hambat bakter cairan anti bakteri yang telah dilapiska pada kain itu,” lanjut mahasiswa angkatan 2015 ini.

Seluruh tahapan yang dilakukan ini membutuhkan waktu kurang lebih empat bulan. Setelah itu, kemudian barulah produk tersebut bisa dipakai. Cara penggunaannya, yakni dengan menyemprotnya pada pakaian. “Dan hasilnya bisa menghambat aktivitas bakteri,” tambahnya.

Tak cukup sampai disitu, inovasi tersebut rencananya bakal dikembangkan lagi. Tujuannya, memberikan kenyamanan bagi orang dalam saat menggunakan pakaian. “Mau dihasilkan kaos antibakteri,” tutupnya. (*)


*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi Edisi 220

Berita Terkait

Farida Patittingi Ajak Alumni FMIPA Perkuat Karakter
Langkah Nyata Mahasiswa, Analisis IX Open Donasi untuk Masyarakat
Aryadi Nurhidayat Raih Juara I Pilmapres FMIPA, Manajemen Waktu Jadi Tantangan Utama
Dua Prodi FMIPA UNM Tembus Akreditasi Internasional ASIIN
HMJ Biologi FMIPA UNM Buka Open Recruitment Metabolic 2026, Target Lahirkan Mahasiswa Berprestasi
Pembina HMJ Kimia Tekankan Pentingnya Keseimbangan Akademik dan Organisasi
Formatur Ketua Umum HMJ Pendidikan IPA Dorong Pengembangan Jurusan
MOOCs dan Gamifikasi untuk Meningkatkan Blended Learning

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:38 WITA

Farida Patittingi Ajak Alumni FMIPA Perkuat Karakter

Jumat, 10 April 2026 - 20:00 WITA

Langkah Nyata Mahasiswa, Analisis IX Open Donasi untuk Masyarakat

Jumat, 3 April 2026 - 22:44 WITA

Aryadi Nurhidayat Raih Juara I Pilmapres FMIPA, Manajemen Waktu Jadi Tantangan Utama

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:45 WITA

Dua Prodi FMIPA UNM Tembus Akreditasi Internasional ASIIN

Senin, 23 Februari 2026 - 23:10 WITA

HMJ Biologi FMIPA UNM Buka Open Recruitment Metabolic 2026, Target Lahirkan Mahasiswa Berprestasi

Berita Terbaru

Potret Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan Saat Mengukuhkan Angkatan 2024, (Foto: Muh Apdal Adriansyah)

Fakultas Ilmu Pendidikan

Justicia Warnai Inaugurasi Mahasiswa Teknologi Pendidikan 2024

Senin, 20 Apr 2026 - 20:51 WITA

Surat Edaran tentang Pelaksanaan UTBK-SNBT UNM 2026, (Foto: Int)

Tak Berkategori

Aktivitas Kampus Sementara Dihentikan Selama UTBK-SNBT 

Senin, 20 Apr 2026 - 19:34 WITA

Potret Andi Nabila Aini A. Wisudawan terbaik FSD periode April 2026, (Foto: Ist).

Fakultas Seni dan Desain

Wisudawan Terbaik FSD Tekankan Pentingnya Manajemen Waktu dalam Berkarya

Senin, 20 Apr 2026 - 19:20 WITA