PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan Bakti Ilmiah Mahasiswa (BIM) 2026 dengan mengusung tema “Satu Layar, Sejuta Reaksi: Menyalakan Inovasi, Membumikan Kimia untuk Negeri.” di Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar pada 24 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Ketua Panitia, Elsa Ayu Lestari, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan sosial. Selain itu, BIM 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA UNM untuk menerapkan ilmu yang mahasiswa dapat selama perkuliahan secara langsung kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami juga ingin meningkatkan peran mahasiswa di tengah masyarakat agar tumbuh rasa empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Kami berharap program-program yang kami laksanakan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Juga, khususnya di bidang pendidikan, perkebunan, ekonomi, lingkungan, dan budaya sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Cikoang,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Elsa menjelaskan Desa Cikoang terpilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki kekayaan budaya yang masih sangat kuat. Selain itu, wilayah tersebut juga tergolong cukup terpencil sehingga dinilai membutuhkan perhatian melalui kegiatan pengabdian masyarakat.
“Lokasi ini kami pilih karena merupakan salah satu daerah yang memiliki budaya yang sangat kental dan letaknya cukup terpencil. Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Filosofi dan Makna Tema Kegiatan
Ia juga menjelaskan bahwa tema yang mereka pakai mencerminkan semangat kebersamaan seluruh anggota HMJ Kimia FMIPA UNM dalam menjalankan pengabdian.
“Tema ini menegaskan persatuan kami di HMJ Kimia FMIPA UNM dalam satu perahu dan satu panji yang sama. Dari kebersamaan ini, kami ingin memicu aksi nyata untuk menghadirkan ilmu kimia yang inovatif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tuturnya.
Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada edukasi. Juga, pengembangan potensi desa serta penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir kegiatan, Elsa berharap seluruh rangkaian program yang terlaksanakan dapat meninggalkan dampak positif bagi masyarakat Desa Cikoang.
“Saya berharap semua ilmu ataupun pengetahuan yang sudah kami sampaikan bisa bermanfaat bagi masyarakat Desa Cikoang,” pungkasnya.(*)
*Reporter: Muhammad Nasruddin







