Mahasiswa FIS-H Hukum Soroti Pentingnya HAM Digital dalam Kegiatan Penguatan Kapasitas

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama peserta dan penyelenggara kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia, (Foto: Arya Dewa)

Foto bersama peserta dan penyelenggara kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia, (Foto: Arya Dewa)

PROFESI-UNM.COM – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi mahasiswa di Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas sebagai upaya meningkatkan kesadaran HAM d lingkungan kampus, kamis (12/2).

Salah satu peserta, Nurul Afifah, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Program Studi Pendidikan Sosiologi UNM, mengaku memperoleh pemahaman baru terkait HAM, khususnya di ruang digital. Ia menilai kegiatan ini relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini yang aktif di media sosial.

“Saya tertarik ikut kegiatan ini karena merasa isu HAM itu dekat dengan kehidupan sehari-hari, apalagi sekarang banyak terjadi di ruang digital,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahasiswa FIS-Hukum Soroti Pentingnya HAM Digital 

Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, Nurul mengaku hanya memahami HAM secara umum, seperti hak hidup, hak berpendapat, dan hak mendapatkan pendidikan. Namun setelah mengikuti kegiatan, pemahamannya menjadi lebih luas, terutama terkait HAM di ruang digital.

Baca Juga Berita :  Antisipasi Corona, Perpustakaan UNM Batasi Tatap Muka

“Saya jadi tahu kalau HAM juga berlaku di ruang digital, misalnya soal privasi data, keamanan informasi pribadi, dan kebebasan berekspresi di internet,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa HAM bukan hanya urusan fisik di dunia nyata, tetapi juga berlaku di dunia online. Menurutnya, penguatan kapasitas HAM penting bagi mahasiswa karena mahasiswa kerap berada di ruang publik, baik di lingkungan kampus maupun media sosial.

Dengan memahami HAM, mahasiswa dapat lebih kritis, tidak mudah terprovokasi, serta tidak ikut melakukan persekusi sosial atau menyebarkan hoaks. Materi tentang HAM digital menjadi bagian yang paling menarik baginya.

Ia menyadari bahwa aktivitas seperti belajar, berdiskusi, hingga menyampaikan pendapat secara daring memiliki konsekuensi terhadap hak dan kewajiban setiap individu.
Nurul juga menilai pemateri menyampaikan materi secara komunikatif dan relevan dengan kehidupan mahasiswa.

Contoh kasus seperti doxing, persekusi online, dan penyebaran data pribadi tanpa izin dinilai membantunya memahami isu HAM secara lebih konkret.

Baca Juga Berita :  Nanyikan Lagu 'Jangan Salah Menilaiku', Rektor: Sering Orang Salah Menilai Saya

“Dengan adanya contoh kasus di Indonesia, saya jadi lebih paham bahwa pelanggaran HAM itu bukan hal jauh, tapi bisa terjadi di sekitar kita,” katanya.

Ia mengaku kini lebih berhati-hati dalam bermedia sosial dan lebih bijak saat berkomentar. Ke depan, Nurul berharap, pelaksanaan kegiatan penguatan HAM dapat lebih sering dan menjangkau lebih banyak mahasiswa.

Contoh kasus seperti doxing, persekusi online, dan penyebaran data pribadi tanpa izin tersebut membantunya memahami isu HAM secara lebih konkret. Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak hanya menuntut haknya sendiri, tetapi juga menghormati hak orang lain, terutama di era digital.

“Memahami HAM itu penting supaya kita tidak hanya menuntut hak kita sendiri, tapi juga menghormati hak orang lain. Apalagi di era digital sekarang, satu komentar atau unggahan bisa berdampak besar bagi orang lain,” pungkasnya.(*)

*Reporter: Arya Dewa

Berita Terkait

Gelar Pameran Tunggal ‘Roots’, FSD Dorong Mahasiswa Lahirkan Karya Seni Berbasis Akademik
Angkat Tema “Roots”, Pameran Tunggal Soroti Perjuangan Alam di Ruang Kota
Raih Juara 2 Lomba Opini, Angkat Tema Pemanfaatan AI secara Bijak
Olimpiade Pendidikan dan Pekan Pujangga Hadirkan Lomba Esai Nasional
Lulusan Terbaik Wisudawan Magister FIKK Bagikan Motivasi Kuliah
Mahasiswa UNM Gelar Aksi Seruan Republik Indonesia Sekarat, Soroti MBG hingga UU Perampasan Aset
Ramah Tamah FSD Periode Juni 2026, Plt Rektor Tekankan Optimisme dan Etika Lulusan
BRIN Dorong Rumah Inovasi Indonesia untuk Jembatani Kesenjangan Riset dan Industri
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 18:33 WITA

Gelar Pameran Tunggal ‘Roots’, FSD Dorong Mahasiswa Lahirkan Karya Seni Berbasis Akademik

Senin, 22 Juni 2026 - 18:09 WITA

Angkat Tema “Roots”, Pameran Tunggal Soroti Perjuangan Alam di Ruang Kota

Senin, 22 Juni 2026 - 17:54 WITA

Raih Juara 2 Lomba Opini, Angkat Tema Pemanfaatan AI secara Bijak

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:17 WITA

Lulusan Terbaik Wisudawan Magister FIKK Bagikan Motivasi Kuliah

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:08 WITA

Mahasiswa UNM Gelar Aksi Seruan Republik Indonesia Sekarat, Soroti MBG hingga UU Perampasan Aset

Berita Terbaru

Foto kegiatan LPM Penalaran UNM Pada Kegiatan Pelatihan Metodologi Penelitian (PMP) XXIX, (Foto: Ist.)

KILAS LK

Asah Kemampuan Riset, LPM Penalaran Gelar PMP XXIX

Senin, 22 Jun 2026 - 18:18 WITA

Potret Nurfadillah Pemenang Juara 2 Lomba Video Opini LPM Profesi, (Foto: Ist.)

Kilas Kampus

Raih Juara 2 Lomba Opini, Angkat Tema Pemanfaatan AI secara Bijak

Senin, 22 Jun 2026 - 17:54 WITA