PROFESI-UNM.COM – Dunia akademik kembali melahirkan sosok inspiratif. Badrizal Al Hazar, mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM), dan juga Mahasiswa lulusan UNM mencatatkan namanya sebagai lulusan tercepat dan termuda dalam sejarah program tersebut.
Badrizal berhasil merampungkan studi doktoralnya hanya dalam waktu 2,1 tahun atau lima semester. Ia lulus dengan predikat cumlaude dan meraih peringkat I tingkat Fakultas Ilmu Sosial pada wisuda periode 2025. Dengan usia 26 tahun, ia juga dinobatkan sebagai doktor termuda Program Pascasarjana Pendidikan Geografi UM, bahkan berpotensi menjadi yang termuda se-Indonesia.
Putra asal Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan ini merupakan anak sulung dari dua bersaudara, buah hati pasangan AKP Harisuddin dan Satria. Prestasi yang ia raih menjadi bukti nyata bahwa tekad, kerja keras, dan disiplin mampu mengantarkan seseorang pada pencapaian luar biasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya unggul di bidang akademik, Badrizal juga dikenal aktif dalam organisasi dan kegiatan kemasyarakatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Geografi FMIPA UNM tahun 2019, serta aktif dalam komunitas KONTUR Geografi FMIPA UNM dan berbagai kegiatan pengembangan mahasiswa lainnya.
Dalam perjalanan akademiknya, Badrizal menerima Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek pada jenjang S1 dan S3. Ia juga mendapatkan hibah penelitian doktoral dari Kemendikbudristek pada tahun 2024. Di sisi lain, ia turut aktif dalam program PHBD Bina Desa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Penelitiannya yang berjudul “Eksistensi dan Pelestarian Upacara Mappalili dalam Menunjang Geopark Maros-Pangkep” membahas peran tradisi lokal dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan geopark bertaraf internasional. Karya ilmiah ini memberikan kontribusi penting dalam pelestarian budaya, penguatan pendidikan karakter, serta pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.
Pada 2025, ia lulus sebagai CPNS dan mulai mengabdi sebagai dosen di Jurusan Geografi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar (UNM). Selanjutnya ia akan membangun pendidikan di Indonesia Timur agar lebih maju.
“Saya juga bertekad membangun pendidikan di Indonesia Timur agar lebih maju, serta membumikan ilmu pengetahuan agar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Badrizal penuh semangat.
Ia juga berpesan kepada generasi muda agar mereka terus berkarya dan mengejar cita-citanya.
“Teruslah berkarya dan kejar apapun yang dicita-citakan. Tidak ada batas untuk bermimpi dan tidak ada alasan untuk berhenti berproses. Jadikan ilmu sebagai alat untuk mengabdi dan menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.”
Ke depan, Badrizal berkomitmen untuk terus mengembangkan ilmu geografi dan melestarikan budaya lokal melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Ia berharap hasil risetnya dapat menjadi pijakan strategis dalam memperkuat identitas budaya dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Maros-Pangkep maupun wilayah lainnya di Indonesia.(*)
*Reporter: Ibnu Qayyum Abdullah







