PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan angkatan 2025, Muh Syarif Hidayatullah, resmi terpilih sebagai Juara 1 Duta Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM) 2026, Minggu (15/2).
Sosok yang akrab disapa Syarif ini mengaku sempat tidak menyangka atas capaian tersebut. Ia mengungkapkan perasaan senangnya karena terpilih sebagai duta kampus.
“Awalnya saya agak kaget karena gak nyangka juga bisa terpilih menjadi juara dan yang pastinya senang juga karena akhirnya bisa terpilih sebagai duta,” ungkapnya saat wawancara dengan kru profesi, Senin (17/2).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa kelahiran Makassar itu menyampaikan harapannya setelah resmi menyandang gelar Duta FEB. Ia ingin membawa dampak positif, khususnya bagi mahasiswa di lingkup fakultasnya.
“Saya harap dengan terpilihnya saya sebagai duta saya bisa melakukan yang terbaik dan membawa dampak yang positif bagi banyak orang khususnya mahasiswa Fakultas FEB,” lanjutnya.
Syarif mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti pemilihan Duta Kampus bukan semata soal gelar, melainkan ruang kontribusi yang lebih luas. Ia ingin menjadi jembatan kolaborasi dan edukasi bagi mahasiswa.
“Hal yang memotivasi dan membuat saya tertarik ikut pemilihan duta kampus selain karena pengalamannya yang sangat berharga, saya rasa dengan menjadi duta kampus saya bisa lebih menjangkau banyak orang dan berdampak positif untuk banyak orang di luar sana,” jelasnya.
Dalam membangun personal branding sebagai Duta Kampus, Syarif menekankan pentingnya sikap inklusif dan keterbukaan. Ia ingin orang mengenalnya sebagai sosok yang mudah diajak berdiskusi dan tidak berjarak dengan mahasiswa.
“Saya ingin membangun personal branding sebagai sosok yang inklusif dan terbuka di semua kalangan, baik mahasiswa maupun organisasi. Saya ingin menjadi duta yang diajak berdiskusi, tidak berjarak, dan merangkul semua mahasiswa tanpa membedakan satu sama lain,” tuturnya.
Dari Ruang Wawancara ke Panggung
Semasa SMK, Ia telah menjalani tiga kali magang dengan posisi berbeda, mulai dari public relation, pengawas lapangan hingga desain grafis. Selain itu, ia juga aktif di organisasi OSIS selama dua periode kepengurusan dan konsisten berbagi konten edukatif melalui media sosial.
Adapun dalam proses seleksi, terdapat beberapa tahapan yang harus peserta lalui, mulai dari pendaftaran, technical meeting, pengumpulan berkas ulang, hingga grand final yang mencakup sesi perkenalan diri, catwalk, unjuk bakat, dan wawancara.
“Tantangan terbesar yang saya hadapi selama seleksi adalah pada saat sesi wawancara karena para dewan juri mengajukan pertanyaan yang tidak terprediksi. Juga, suasana ruang wawancara yang tegang dan membuat saya gugup,” katanya.
Terakhir, Syarif membagikan pesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti jejaknya. Ia berpesan agar kita dapat memanfaatkan semua peluang.
“Jangan hanya datang ke kampus untuk mengejar nilai. Akan tetapi, datanglah untuk bertumbuh, manfaatkan setiap peluang, berani mencoba hal baru, jangan takut gagal,” pesannya. (*)
*Reporter: Nurul Adhani Ilham







