PROFESI-UNM.COM – Lembaga Penelitian Mahasiswa(LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menggelar Seminar Nasional Nalar Scientific Fest 2025 untuk pertama kalinya. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Teater Lantai 3 Menara Phinisi UNM, Jl. A. P. Pettarani, Makassar, pada Sabtu (25/10).
Seminar nasional ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari guru, dosen, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Dengan mengusung tema “Inovasi Pembelajaran Bermakna: Strategi Nasional Penerapan Deep Learning dan Kecerdasan Artifisial,” kegiatan ini menjadi ruang ilmiah bagi peserta untuk berdialog dan berbagi gagasan mengenai penerapan teknologi dalam dunia pendidikan.
Nur Berlian Venus Ali selaku pemateri pertama dengan topik “Visi dan Arah Strategi Nasional,” menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya Seminar Nasional Nalar Scientific Fest 2025 ini. Semoga kegiatan ini menjadi wadah lahirnya ide-ide strategis untuk kemajuan pendidikan Indonesia,” ujarnya.
Pemateri kedua, Rudi Mansyur, membawakan materi bertajuk “Transformasi Kebijakan Pendidikan Menuju Sistem yang Inklusif dan Berkeadilan.” Ia menilai kegiatan ini penting sebagai bagian dari upaya mendorong inovasi di dunia pendidikan.
“Saya menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya mendorong transformasi pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Semoga seminar ini menginspirasi kita semua untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi sistem pendidikan yang lebih baik di era kecerdasan artifisial,” ungkapnya.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Universitas Negeri Makassar, Syahruddin dalam sambutannya, ia berharap seminar nasional ini mampu menjadi wadah inspiratif dalam melahirkan inovasi pembelajaran yang adaptif di era digital.
“Saya berharap seminar ini menjadi wadah inspiratif dalam melahirkan inovasi pembelajaran bermakna, memperkuat kolaborasi, serta mengembangkan strategi pendidikan yang adaptif di era kecerdasan artifisial untuk kemajuan pendidikan Indonesia,” tuturnya.(*)
*Reporter: Muh Apdal Adriansyah







