PROFESI-UNM.COM – Guna membangun regenerasi organisasi serta wadah bagi mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) asal soppeng, IMPS KOP UNM mengadakan kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) pada Jumat, (30/1).
Ramadhan selaku ketua panitia LDK IMPS KOP UNM menyampaikan kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari. Tujuan terlaksananya kegiatan tersebut guna menumbuhkan karakter kepemimpinan serta mendorong tindakan berlandaskan etika dan kolaborasi.
“Kami harap pengkaderan ini menciptakan pemimpin yang tidak hanya memerintah, tetapi dapat memberdayakan seseorang agar dapat bertindak secara etis dan bekerja sama demi mencapai tujuan bersama.” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa kata LEMPU merupakan singkatan dari Leadership Empowerment Moral Progress and Unity yang memiliki makna kepemimpinan pemberdayaan untuk kemajuan moral dan persatuan.
Selama kegiatan berlangsung, ia menilai antusiasme dari peserta cukup tinggi dan penuh semangat. Hal tersebut terlihat dari awal sebelum kegiatan mulai hingga kegiatan selesai.
“Saya melihat antusias dan respon peserta cukup baik, dan mereka cukup exited. Saya menilai mereka dari beberapa hari sebelum kegiatan dilaksanakan dan banyaknya pertanyaan yang masuk dari peserta.” ungkapnya.
Ia menambahkan bagaimana pentingnya peran panitia serta pengurus yang telah menjadi tombak yang menggerakkan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan rasa syukur dengan adanya mereka kegiatan tersebut dapat terlaksana.
“Pentingnya peranan panitia serta pengurus merupakan tombak utama yang dapat menggerakkan kegiatan ini, dan berharap nilai kekeluargaan dan persaudaraan asal Soppeng dapat tertanam kuat dalam diri.” tambahnya.
Terakhir, Ramadhan menaruh harapan pada teman-teman anggota baru semoga dapat menjadikan IMPS KOP UNM sebagai wadah dan dapat menerapkan nilai kekeluargaan tersebut.
“Harapan saya semoga teman-teman anggota baru dapat menjadikan IMPS KOP UNM sebagai wadah untuk mengembangkan potensi akademik maupun non akademik. Selain itu, menjadikan LEMPU sebagai awal proses belajar,” tutupnya. (*)
*Reporter: Najwa Istiana







