PROFESI-UNM.COM – JBSI FBS UNM laksanakan Webinar nasional bulan Bahasa sebagai bentuk tanggung jawab akademik JBSI FBS UNM dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia. Kegiatan itu berlangsung secara luring di ruang Ruang Senat FBS UNM dan daring melalui Zoom Meeting pada senin (27/10)
Ketua Panitia, Zakaria, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini terdapat 515 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan kalangan akademik di seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab akademik JBSI FBS UNM dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia serta memperkuat kolaborasi lintas lembaga pendidikan dan pemerintahan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejalan dengan Dekan FBS UNM, Ganjar Harimansyah, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Republik Indonesia yang menjadi narasumber utama pada Webinar Bulan Bahasa ini, meminta mahasiswa untuk turut menjadi pelopor dalam memperkuat posisi bahasa Indonesia di panggung dunia. Kata Ganjar, mahasiswa saat ini berpeluang menjadi pengajar internasional melalui pengajaran BIPA. Menurutnya, BIPA menjadi trajektori penguatan bahasa Indonesia secara global.
“Untuk para mahasiswa, silakan mengakses berbagai informasi tentang BIPA melalui situs BIPA Kemendikdasmen. Di situ tersedia ratusan bahan ajar BIPA, termasuk kurikulumnya secara utuh. Seperti tadi kata Pak Dekan, bahasa Indonesia saat ini sudah diajarkan di puluhan negara. Jadi, kita semua berpeluang menjadi pengajar bahasa Indonesia untuk dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Guru Besar Universitas Negeri Malang, Djoko Saryono, yang juga hadir sebagai narasumber, menekankan pentingnya pembelajaran berbasis literasi pada pengajaran BIPA.
“Literasi lebih tinggi atau lebih luas dari bahasa. Bahasa itu salah satu instrumen literasi. Jadi untuk meningkatkan literasi, maka salah satu yang penting adalah aspek bahasanya. Begitupun dengan pembelaran BIPA, sangat penting memiliki landasan literasi yang kuat. Alangkat baiknya, bahan ajar BIPA yang dikembangkan saat ini berbasis literasi,” paparnya.(*)
*Reporter: Rahmat Hidayat







