PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Khusus (HMJ PKh) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan study banding dialog lembaga bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMJ PPKn) FIS-H UNM. Study banding ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi bersama dalam melihat dinamika dan pengelolaan organisasi kemahasiswaan.
Lebih lanjut, study banding ini merupakan rekomendasi Musyawarah Besar ke-28 HMJ PKh FIP UNM serta agenda PPKn Visit oleh Bidang Advokasi HIMA PPKn FIS-H UNM. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan referensi baru dalam berorganisasi serta mendorong lahirnya inovasi yang lebih progresif dan bermanfaat ke depannya.
Rafly Ade Putra, Ketua HMJ PKh FIP UNM, mengungkapkan bahwa diskusi yang berlangsung berfokus pada berbagai isu penting terkait pelaksanaan organisasi oleh kedua belah pihak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Isu yang menjadi fokus tentunya bagaimana kedua organisasi menjalankan organisasinya masing-masing, terutama dalam bidang program kerja dan agenda-agenda.” ujarnya.
Ia menilai dialog kelembagaan menjadi ruang penting untuk saling memahami sistem kerja organisasi. Melalui kegiatan ini, masing-masing lembaga dapat saling bertukar pandangan terkait pengelolaan program dan agenda organisasi.
“Isu yang paling fokus utama adalah bagaimana sistem kaderisasi yang betul-betul mengikuti zaman dan menerapkan sistem inklusi tanpa ada diskriminatif terhadap mahasiswa.” tambahnya.
Kegiatan study banding ini juga membuka ruang evaluasi terhadap manajemen internal masing-masing lembaga. Perbedaan cara pengelolaan organisasi dinilai dapat menjadi bahan refleksi bersama untuk perbaikan ke depan.
“Begitu banyak perbedaan dari kedua lembaga ini dalam menjalankan organisasi dan perbedaan itulah yang dapat kita jadikan evaluasi untuk kedepannya.” katanya. (*)
*Reporter: Husnul Khatimah Hidir







