PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional setelah meraih Gold Award pada ajang International Innovation Competition in Education (IICE) 2026.
Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi GEOCULTURE-AR, platform pembelajaran yang mengintegrasikan etnomatematika, Artificial Intelligence (AI), dan Augmented Reality (AR).
Prestasi tersebut diraih oleh tim yang beranggotakan Andi Azizah Lathifa dan Nadila dari Program Studi Teknik Komputer, Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (JTIK), Fakultas Teknik (FT), serta Miftah Nurrazzaq sebagai ketua tim dan Nur Syazwana dari Program Studi Pendidikan Matematika ICP, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM dan dosen pembimbing Muhammad Ammar Naufal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberhasilan tersebut berawal dari keinginan tim untuk menghadirkan media pembelajaran yang tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga mengangkat budaya lokal sebagai bagian dari proses belajar.
“Kami melihat IICE 2026 sebagai kesempatan untuk menguji sekaligus memperkenalkan inovasi kami di tingkat internasional. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghasilkan inovasi pendidikan yang kompetitif secara global,” ujar Miftah (20/7).
GEOCULTURE-AR dikembangkan untuk membantu siswa memahami konsep geometri yang selama ini dianggap abstrak. Menurut tim, perpaduan AI, AR, dan etnomatematika membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual, interaktif, serta mampu menumbuhkan apresiasi terhadap budaya daerah.
Dalam proses pengembangannya, tim menghadapi tantangan mengintegrasikan berbagai teknologi sekaligus menyeimbangkan kegiatan perkuliahan.
“Kami mengatasinya melalui pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang rutin, dan konsultasi dengan dosen pembimbing,” tuturnya ketua tim.
Bagi tim, penghargaan tersebut menjadi awal untuk terus mengembangkan GEOCULTURE-AR agar dapat mereka terapkan di sekolah-sekolah.
“Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk mengembangkan inovasi agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan,” tutupnya.
*Reporter: Zaky Asryan







