Konsolidasi ARM Didatangi Polisi Dini Hari, Isu Intervensi Mencuat

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Oknum Polisi datangi konsolidasi ARM di Sekretariat Kamri, (Foto: Ist.)

Potret Oknum Polisi datangi konsolidasi ARM di Sekretariat Kamri, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM — Puluhan oknum kepolisian yang diduga berasal dari Polda Sulawesi Selatan secara tiba-tiba mendatangi agenda konsolidasi Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Kamri, Jalan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Kamis (30/04) dini hari.

Berdasarkan kronologi kejadian, sekitar pukul 00.10 WITA, puluhan aparat kepolisian datang dan langsung memasuki ruang konsolidasi. Mereka disebut melakukan dokumentasi tanpa izin dari peserta yang tengah mengikuti agenda tersebut.

Salah satu pimpinan dari rombongan aparat menyampaikan bahwa kehadiran mereka bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Namun, dalam kesempatan itu, Ia juga meminta agar agenda konsolidasi dipercepat.

“Saya kasi batas waktu, harus dipercepat konsolidasinya,” ujar salah satu oknum aparat di lokasi.

Kehadiran aparat tersebut memicu reaksi dari peserta konsolidasi. Perdebatan pun tak terhindarkan ketika peserta mempertanyakan tindakan aparat yang masuk tanpa izin ke ruang diskusi internal.

Perdebatan berlangsung sekitar tiga menit, namun peserta tetap bersikeras melanjutkan agenda konsolidasi hingga selesai.

Salah satu peserta konsolidasi, Muammar Ash Shofi Al Jufri, menilai kehadiran aparat tersebut sebagai bentuk intervensi terhadap ruang gerak sipil.

“Kehadiran aparat di ruang konsolidasi tanpa izin adalah bentuk intervensi yang tidak bisa dibenarkan. Ini bukan hanya soal prosedur, tapi juga menyangkut kebebasan kami dalam menyampaikan pendapat dan berkumpul,” ujar Muammar.

Baca Juga Berita :  Massa Aksi Tutup Jalan Depan UNM, Tuntut Keadilan bagi Buruh

Ia juga menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak akan mengurungkan langkah ARM untuk tetap turun aksi pada peringatan May Day.

“Intervensi seperti ini tidak akan menghentikan kami. Kami tetap akan turun ke jalan pada May Day sebagai bentuk perjuangan menyuarakan hak-hak rakyat,” tegasnya.

Seusai konsolidasi, Aliansi Rakyat Menggugat menyatakan sikap untuk tetap melaksanakan aksi unjuk rasa pada May Day, meski diwarnai insiden kedatangan aparat tersebut. (*)

*Reporter: Yusri Saputra

Berita Terkait

Pengurus Perempuan HMPS Seni Tari Kelola Kegiatan Hari Tari Dunia
Asia Ramli Soroti Perjalanan dan Tantangan Jurnalistik di Harlah ke-50 LPM Profesi
HIMATIK Gelar Ice Skill-Up 2026, Fokus Kembangkan Skill dan Kebersamaan.
Harlah ke-50, Tekankan LPM Profesi sebagai Ruang Berkarya Mahasiswa
Prodi Sastra Inggris Dorong Mahasiswa Jadi Jurnalis Bijak di Era Serba Cepat
Himaprodi PBSI Mengabdi 2026 Hadirkan Lomba dan Edukasi Bahasa di Kabupaten Bone
Ajang Prestasi dan Semangat Kebersamaan dalam Matriks 2026
[OPINI] Paradoks LK UNM: Kubangan Kotor Menuju Krisis Legitimasi Mahasiswa
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:35 WITA

Pengurus Perempuan HMPS Seni Tari Kelola Kegiatan Hari Tari Dunia

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:00 WITA

Asia Ramli Soroti Perjalanan dan Tantangan Jurnalistik di Harlah ke-50 LPM Profesi

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:00 WITA

HIMATIK Gelar Ice Skill-Up 2026, Fokus Kembangkan Skill dan Kebersamaan.

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:00 WITA

Harlah ke-50, Tekankan LPM Profesi sebagai Ruang Berkarya Mahasiswa

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:01 WITA

Konsolidasi ARM Didatangi Polisi Dini Hari, Isu Intervensi Mencuat

Berita Terbaru

Ilustrasi Mahasiswa Merancang Strategi Wirausaha, (Foto: Int)

wiki

Strategi Mahasiswa Berwirausaha di Tengah Dunia Kampus

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:28 WITA