Guru Besar UNM Minim Publikasi Internasional

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 26 April 2018 - 17:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senat yang terdiri dari guru besar dan pimpinan UNM saat menghadiri rapat senat terbuka Dies Natalis ke 56 UNM di Ruang Teater Menara Pinisi beberapa waktu lalu. (Foto: Agung – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) rupanya masih minim dalam menghasilkan publikasi internasional. Hal tersebut berdasarkan data Science and Technology Index (SINTA). Website milik Kemenristekdikti ini merupakan halaman resmi bagi semua peneliti dan dosen untuk mempublikasikan kinerja dalam menghasilkan publikasi.

Sejak diluncurkannya pada 30 Januari 2017 lalu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) berharap SINTA bisa mengukur kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi kinerja peneliti, penulis, kinerja jurnal dan kinerja institusi iptek,” katanya dikutip dari beritasatu.com saat peluncuran SINTA versi 2.0 di Jakarta, Jumat (4/8).

Namun, hasil evaluasi yang sudah dilakukan Kemenristekdikti diketahui bahwa dari 4.299 profesor yang mendaftarkan publikasi internasionalnya ke SINTA. Hanya 1.551 publikasi yang tulisannya memenuhi persyaratan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data ini pun kemudian menujukkan 82 guru besar UNM yang terdaftar di SINTA rupanya masih ada yang kurang berkontribusi. Untuk publikasi internasional bereputasi Scopus, sebanyak 38 profesor masih belum mampu membuatnya.

Baca Juga Berita :  Nasrullah Asri, Mahasiswa FEB UNM, Terpilih sebagai Duta Keterbukaan Informasi Publik Nasional 2025

Sementara itu, jumlah publikasi internasional untuk 13 guru besar masih minim. Jika dilihat, mereka hanya punya kurang dari lima publikasi ketimbang lainnya. Bahkan, terdapat 11 profesor yang hingga kini belum terdaftar di SINTA.

Terkait permasalahan ini, Pembantu Rektor Bidang Kerjasama (PR IV), Gufran Darma Dirawan justru mengatakan hal ini tidaklah menjadi masalah. Meski guru besar hanya memiliki publikasi internasional terindeks melalui Google Scholar.

“Bukan berarti itu tidak ada Scopusnya, karena dalam persyaratan itu Permendikti No. 20 menyatakan kalau ada dua walaupun di Google Scholar sudah cukup,” imbuhnya.

Lewat SINTA, guru besar UNM dengan publikasi internasional terbanyak ialah Gufran Darma Dirawan. Guru Besar Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik (FT) ini menghasilkan sebanyak 62 publikasi internasional bereputasi Scopus.

58 diantaranya dihasilkan dalam kurun empat tahun berturut-turut, yakni 2014, 2015, 2016, 2017. Sementara untuk bereputasi Google Scholar berjumlah 94.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa Kampus VI PGSD Bone Keluhkan Sarpras yang Minim

Namun, di sisi lain, Pakar Pendidikan, Suparlan Suhartono justru menyebut jika memang ada indikasi bahwa guru besar tidaklah melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik sesuai data SINTA. Maka, bisa dipertanyakan gelar profesor yang disandangnya.

“Menjadi profesor itu jelas terbukti akademiknya, profesor itu familar dengan kelas,” ujarnya.

Lanjut, ia juga menuturkan, permasalahan ini kembali lagi pada kesadaran seorang guru besar. Tekhusus di UNM, kata Suparlan, butuh waktu membenah berbagai masalah yang ada.

“Karena mengubah kebiasaan itu susah di UNM ini. Saya tidak tahu yah bagaimana, misalnya, anak dosen. Kalau menurut saya,” tuturnya.

Namun, Rektor UNM, Husain Syam mengatakan, permasalahan tersebut tak berarti tidak menghasilkan publikasi internasional. Kata dia, seorang profesor tetap menjalankan kewajibannya sesuai aturan yang berlaku.

“Targetnya tidak banyak jadi saya optimis mereka dapat menyelesaikan menulis itu,” katanya. (*)

[divider][/divider]

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 224

Berita Terkait

Dies Natalis ke-65, Plt Rektor Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dan Unjuk Prestasi Nasional
Relaksasi UKT Capai Rp13,41 Miliar, UNM Fokus Ringankan Beban Mahasiswa
UKM SAR Buka Rekrutmen Diklatsar XXV
Lampaui Seluruh LPTK di Indonesia, UNM Jawara Hibah BIMA 2026
Terima SP2HP, Pelapor Dorong Pengusutan Karta Jayadi Lewat UU TPKS
Rayakan 20 Tahun, KPID Sulsel Apresiasi Insan Penyiaran lewat KPID Awards 2025
Sinergi UNM dan UNIPOL Serahkan Teknologi Inovatif Dukung Produktivitas Masyarakat Desa Congko
Berita ini 200 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:10 WITA

Dies Natalis ke-65, Plt Rektor Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dan Unjuk Prestasi Nasional

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:37 WITA

Relaksasi UKT Capai Rp13,41 Miliar, UNM Fokus Ringankan Beban Mahasiswa

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:19 WITA

UKM SAR Buka Rekrutmen Diklatsar XXV

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:14 WITA

Selasa, 28 April 2026 - 00:43 WITA

Lampaui Seluruh LPTK di Indonesia, UNM Jawara Hibah BIMA 2026

Berita Terbaru

Foto Penyerahan Palu Sidang UKM LPM Penalaran di Rumah Adat Luwu, Benteng Somba Opu, (Foto: Ist.)

LPM Penalaran UNM

LPM Penalaran Buka Ruang Kritik untuk Benahi Kepengurusan

Minggu, 9 Agu 2026 - 16:33 WITA

Potret Andi Aslinda, Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, (Foto: Int.)

Pilrek

Rekam Jejak Kuat, WR 1 Masuk Bursa Calon Rektor

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:15 WITA

Fakultas Ilmu Pendidikan

Dekan FIP UNM Nilai Calon Rektor Harus Punya Rekam Jejak Kepemimpinan yang Baik

Minggu, 9 Agu 2026 - 02:36 WITA