PROFESI-UNM.COM — Mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM), Nasrullah Asri, berhasil meraih anugerah Duta Keterbukaan Informasi Publik Nasional 2025. Penganugerahan tersebut berlangsung di Universitas Brawijaya, Jawa Timur, pada Kamis (5/12).
Nasrullah mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang Duta Keterbukaan Informasi Publik berangkat dari keinginannya untuk menguji kemampuan diri, khususnya dalam berbicara di depan umum. Selain itu, ajang ini menjadi kesempatan baginya untuk berkontribusi sebagai perwakilan universitas. Serta untuk menyampaikan sejauh mana UNM menjaga keterbukaan informasi bagi berbagai pihak.
“Mengikuti ajang ini merupakan salah satu kesempatan bagi saya untuk menguji kemampuan, terutama berbicara di depan umum. Selain itu, menjadi perwakilan universitas adalah sebuah kesyukuran, khususnya dalam menyampaikan sejauh mana universitas kita menjaga keterbukaan informasinya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa FEB UNM Terpilih sebagai Duta Keterbukaan
Mahasiswa semester lima ini menjelaskan bahwa proses seleksi mulai dari tingkat universitas yang menghasilkan tiga perwakilan Duta Keterbukaan Informasi Publik UNM dari fakultas yang berbeda. Setelah itu, para peserta mengikuti pembekalan selama empat hari dengan berbagai materi. Materi mulai dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sengketa informasi, hingga isu data privasi dan hoaks.
Tahapan seleksi selanjutnya dilakukan secara nasional melalui seleksi tulis daring yang dilaksanakan pada 27 Oktober 2025 serta seleksi video sesuai arahan panitia. Hasil seleksi nasional diumumkan pada 21 November 2025, yaitu Nasrullah bersama dua rekannya dinyatakan lolos dan berhak mengikuti penganugerahan nasional.
Dalam proses tersebut, Nasrullah mengaku sempat menghadapi tantangan berupa rasa tidak percaya diri karena harus bersaing dengan peserta dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia. Namun, nasihat Syahruddin, WR IV UNM, menjadi penguat baginya untuk tetap fokus pada potensi diri.
“Saya sempat merasa insecure karena banyak peserta berasal dari universitas top ten seperti UGM, ITS, UNAIR, dan UNHAS. Namun, saya teringat untuk tidak fokus pada siapa lawan kita, melainkan pada apa yang bisa kita sampaikan dan berikan,” jelasnya.
Menurutnya, keterbukaan informasi publik memiliki makna penting bagi mahasiswa dan civitas akademika karena hak atas informasi merupakan bagian dari hak asasi manusia. Ia menilai keterbukaan informasi di kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami kebijakan serta mendorong partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan.
“Dengan adanya keterbukaan informasi, mahasiswa didorong untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ucapnya.
Terakhir, Nasrullah menyampaikan pesan kepada mahasiswa UNM. Ia ingin agar mahasiswa tidak ragu dan berani melangkah dan berprestasi di tingkat nasional.
“Jangan menunggu merasa hebat untuk melangkah. Melangkahlah, maka proses akan membuatmu hebat,” ujarnya. (*)
*Reporter: Nurkhaerunnisa Aszahra Saleh







