PROFESI-UNM.COM – Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) terlibat dalam Program Cetak Sawah Rakyat 2025 di Provinsi Kalimantan Tengah. Keterlibatan UNM bukan pada pencetakan sawah, melainkan pada kegiatan Survei, Investigasi, dan Desain (SID).
Program Cetak Sawah Rakyat 2025 merupakan agenda nasional yang diprakarsai Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan. Merespons program ini, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, mengusulkan lokasi pencetakan sawah di wilayahnya dan mengajak sejumlah universitas nasional untuk melaksanakan proses SID.
Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik UNM, Andi Sukainah, dalam wawancaranya mengatakan bahwa FT UNM bertanggung jawab atas pelaksanaan SID di beberapa daerah di Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Kapuas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Universitas Negeri Makassar dipercaya bertanggung jawab atas penerapan SID beberapa daerah di Kabupaten Barito Selatan dan di Kabupaten Kapuas,” kata Sukainah pada Jumat (22/05)
Program Cetak Sawah Rakyat tersebut mengikut sertakan sembilan Universitas Negeri di Indonesia. Kesembilan universitas tersebut adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Palangka Raya, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Bangka Belitung, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Sebelas Maret.
Lebih lanjut, Sukainah menegaskan FT UNM terlibat dalam kapasitas konsultan ilmiah, bukan kontraktor. Lingkup kerja tim tersebut meliputi pengukuran topografi, pemetaan geospasial, analisis sampel tanah, analisis hidrologi, pemetaan risiko kekeringan, hingga penyusunan desain mikro hidrologi dan rekomendasi teknis kesesuaian lahan.
“Konsultan bertanggung jawab atas keakuratan perencanaan dan analisis ilmiah, sedangkan kontraktor sepenuhnya bertanggung jawab atas metode kerja, kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan kesesuaian hasil fisik dengan spesifikasi yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Selain itu, Sukainah menyebut keterlibatan FT UNM dalam program ini mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu yang dimiliki fakultas. Hal itu mencakup teknik pertanian, geodesi, teknik sipil perairan, hingga analisis lingkungan yang dikerjakan secara tim.
“Di sinilah peran universitas menjadi tak tergantikan. FT UNM menghadirkan kapasitas penelitian multidisiplin yang mencakup teknik pertanian, geodesi dan teknik geospasial, teknik sipil perairan, dan analisis lingkungan, yang diintegrasikan dalam sebuah tim untuk menghasilkan SID yang akurat, bertanggung jawab secara ilmiah, dan berorientasi pada keberlanjutan ekologis,” jelasnya. (*)
*Reporter: St. Masyita Rahmi







