PROFESI-UNM.COM – Abdul Rahman, salah satu editor buku ‘Kita Pernah Tinggal di dalam Berita’, mengungkapkan makna di balik judul buku yang diluncurkan pada perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-50 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM), Selasa (7/7). Menurutnya, judul tersebut menggambarkan pengalaman para pengelola yang hidup bersama proses jurnalistik selama berada di LPM Profesi.
Abdul Rahman mengatakan frasa ‘Tinggal di dalam Berita’ tidak hanya sebagai kebiasaan pengelola yang menghabiskan waktu di sekretariat. Ia menyebut judul tersebut merepresentasikan berbagai kisah yang lahir dari proses peliputan, penulisan, hingga dinamika di ruang redaksi.
“Kalau kita tinggal di redaksi itu biasa saja, tapi kalau lebih futuristiknya di dalam berita itu ada kisah. Ada unsur 5W+1H yang kemudian bisa muncul banyak analogi yang bisa kita sambungkan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan buku tersebut juga merekam pengalaman yang membentuk kebersamaan antaranggota selama berproses di LPM Profesi. Menurutnya, pengalaman bekerja hingga dini hari, canda antar pengelola, dan suasana redaksi menjadi cerita yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Di Profesi itu saya menikmati candaan, baku calla’-calla’ nya teman-teman, dan menikmati hasil kerja teman-teman yang bekerja dari jam 12 malam hingga subuh. Hal itu layak kami ceritakan kepada adik-adik, bahwa seperti itu kerja-kerja di redaksi,” tutupnya. (*)
*Reporter: Nurkhaerunnisa Aszahra Saleh







