Dari Desa Dolar ke Desa Krisis, Fesmed AJI Jadi Panggung Suara Perlawanan Warga Torobulu

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 15 September 2025 - 20:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Ayunias dalam Agenda Lektur Publik Fesmed AJI, (Foto: Muh. Apdal Adriansyah)

Potret Ayunias dalam Agenda Lektur Publik Fesmed AJI, (Foto: Muh. Apdal Adriansyah)

PROFESI-UNM.COM – Suara perlawanan dari Desa Torobulu, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menggema dalam agenda Lektur Publik Festival Media (Fesmed) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia di Benteng Ujung Pandang, Minggu (14/09).

Dalam forum itu, Ayunia Muis, aktivis lingkungan asal Torobulu, mengisahkan bagaimana kampung pesisirnya yang dulu dikenal sebagai “desa dolar” karena hasil lautnya, kini menghadapi krisis akibat tambang nikel.

Ayunia menjelaskan, krisis itu terjadi karena aktivitas tambang telah merusak ekosistem laut dan mengancam sumber penghidupan masyarakat pesisir. Ia menilai janji kesejahteraan dari pertambangan justru berbanding terbalik dengan kenyataan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perusahaan ini sudah menambang hanya 10 meter dari sekolah dasar dan 5 meter dari dapur warga. Hari ini mereka bahkan menambang di pinggir tanggul yang menjadi sumber air satu-satunya bagi dua dusun,” ujarnya.

Baca Juga Berita :  HMI Turun ke Jalan, Tuntut Menteri Pendidikan Tinggi Dicopot atas Dugaan Pelanggaran Hukum

Panggung Suara Perlawanan

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejak awal penolakan warga terhadap tambang mendapat respons keras. Perlawanan masyarakat yang dimulai pada 2019 justru berujung kriminalisasi. Puluhan warga, termasuk perempuan, dilaporkan ke aparat penegak hukum.

“Sebanyak 32 orang dilaporkan ke polisi, 16 di antaranya perempuan. Dua orang sempat ditetapkan sebagai tersangka sebelum akhirnya diputus bebas pada Juli kemarin,” jelasnya.

Ia menambahkan, intimidasi yang dialami warga datang dari berbagai arah. Tekanan dilakukan melalui pemerintah desa, aparat kepolisian, hingga TNI. Perusahaan bahkan menggunakan strategi pecah-belah dengan melibatkan pemilik lahan dan keluarga untuk membungkam penolakan.

“Inilah yang membuat banyak warga takut untuk melawan. Perusahaan juga membenturkan masyarakat dengan masyarakat, bahkan keluarga dijadikan alat intimidasi,” terangnya.

Baca Juga Berita :  Tahapan Belajar Figma Dari Nol

Dalam situasi ini, perempuan Torobulu mengambil peran penting. Mereka tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga berada di garis depan perlawanan. Ayunia menegaskan bahwa beban ganda ini justru memperkuat tekad mereka.

“Kami, perempuan di Torobulu, memiliki peran ganda. Kami harus kampanye, mengurus logistik, dan tetap menjaga keluarga,” katanya.

Meski menghadapi stigma buruk dan kriminalisasi, perempuan lulusan Universitas Halu Oleo (UHO) ini menolak menyerah. Ia menegaskan bahwa masyarakat Torobulu akan terus melawan melalui berbagai cara, termasuk kampanye di media sosial dan membangun solidaritas lintas wilayah.

“Kami tidak diam. Kami tidak mau kampung halaman kami hancur. Maka warga harus saling menjaga, karena hari ini Torobulu jadi korban, besok bisa jadi kampung kalian,” pungkasnya.(*)

*Reporter: Hafid Budiawan

Berita Terkait

Hadiah Pemenang Lomba Fesbudnas BEM UNM Telah Cair
Peserta Kemah Budaya Nasional UNM Jelajahi Budaya Ammatoa Kajang
41 Universitas di Indonesia Ramaikan Kemah Festival Budaya
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 20:47 WITA

Dari Desa Dolar ke Desa Krisis, Fesmed AJI Jadi Panggung Suara Perlawanan Warga Torobulu

Jumat, 27 Oktober 2023 - 13:58 WITA

Hadiah Pemenang Lomba Fesbudnas BEM UNM Telah Cair

Minggu, 1 Oktober 2023 - 16:50 WITA

Peserta Kemah Budaya Nasional UNM Jelajahi Budaya Ammatoa Kajang

Minggu, 1 Oktober 2023 - 16:34 WITA

41 Universitas di Indonesia Ramaikan Kemah Festival Budaya

Berita Terbaru

Sesi foto bersama dalam agenda pelatihan penulisan berita dan persuratan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA

Potret Fachruddin Palapa saat memberikan materi, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

Perkuat Keterampilan Jurnalistik, FT Latih Mahasiswa Penulisan Berita

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:40 WITA

Foto Muh. Syekh Mikail Attahillah Ketua Formatur HMPS Pendidikan Sosiologi, (Foto: Ist.)

Formatur Ketua Umum

HMPS Pendidikan Sosiologi Tetapkan Ketua Formatur Baru di Mubes XV

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:36 WITA

Potret Pimpinan Jurusan, Prodi, dan Fakultas FISH (Foto: Int.)

Pendidikan Sejarah

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Gelar Pameran Budaya Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:04 WITA

E-TABLOID 295

Tabloid

E-TABLOID 295

Senin, 11 Mei 2026 - 23:02 WITA