PROFESI-UNM.COM – Di tengah derasnya arus digitalisasi, kebiasaan membaca perlahan mulai tergeser oleh konten instan di media sosial. Namun, di balik semua itu, buku masih “menari” dengan caranya sendiri menawarkan kedalaman, ketenangan, dan pemahaman yang tak tergantikan. Pertanyaannya, apakah mahasiswa masih memberi ruang bagi buku dalam kehidupan akademik dan pribadi mereka?
Fenomena ini menjadi perhatian banyak kalangan pendidikan. Mahasiswa kini cenderung mencari informasi cepat melalui internet, tanpa menyelami konteks yang lebih luas. Padahal, buku memberikan pengalaman berpikir yang lebih sistematis dan kritis. Membaca bukan hanya soal mendapatkan informasi, tetapi juga melatih fokus, memperluas perspektif, dan meningkatkan kemampuan analisis.
Beberapa mahasiswa mengaku kesulitan membangun kembali kebiasaan membaca. “Rasanya sulit fokus lama-lama, apalagi kalau bukunya tebal,” ujar salah satu mahasiswa semester lima. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi informasi yang lebih singkat dan cepat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, bukan berarti minat baca telah hilang sepenuhnya. Justru, muncul tren baru seperti, reading challenge, komunitas literasi kampus, hingga diskusi buku yang mulai diminati kembali. Buku-buku dengan tema pengembangan diri, filsafat ringan, hingga novel reflektif menjadi pilihan populer di kalangan mahasiswa.
Dosen dan akademisi pun mendorong mahasiswa untuk kembali menjadikan buku sebagai sumber utama pembelajaran. Mereka menekankan bahwa literasi mendalam sangat penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.
Selain itu, dengan membaca juga terbukti membantu kesehatan mental. Di tengah tekanan tugas dan tuntutan akademik, buku bisa menjadi “pelarian sehat” yang memberi ketenangan dan inspirasi.
Kini saatnya mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi cepat, tetapi juga penjelajah pengetahuan yang mendalam. Buku mungkin tidak secepat media sosial, tetapi ia menawarkan sesuatu yang lebih berharga dan pemahaman yang bertahan lama. (*)
*Reporter: Muh Apdal Adriansyah







