Buku Masih Menari di Tengah Gempuran Digital Mengapa Mahasiswa Perlu Kembali Membaca

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 10:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mahasiswa yang Sedang Membaca Buku, (Foto: Ai.)

Ilustrasi Mahasiswa yang Sedang Membaca Buku, (Foto: Ai.)

PROFESI-UNM.COM – Di tengah derasnya arus digitalisasi, kebiasaan membaca perlahan mulai tergeser oleh konten instan di media sosial. Namun, di balik semua itu, buku masih “menari” dengan caranya sendiri menawarkan kedalaman, ketenangan, dan pemahaman yang tak tergantikan. Pertanyaannya, apakah mahasiswa masih memberi ruang bagi buku dalam kehidupan akademik dan pribadi mereka?

Fenomena ini menjadi perhatian banyak kalangan pendidikan. Mahasiswa kini cenderung mencari informasi cepat melalui internet, tanpa menyelami konteks yang lebih luas. Padahal, buku memberikan pengalaman berpikir yang lebih sistematis dan kritis. Membaca bukan hanya soal mendapatkan informasi, tetapi juga melatih fokus, memperluas perspektif, dan meningkatkan kemampuan analisis.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa Teknik Komputer Raih Juara 1 Solo Pop Putra Pra-Peksimida

Beberapa mahasiswa mengaku kesulitan membangun kembali kebiasaan membaca. “Rasanya sulit fokus lama-lama, apalagi kalau bukunya tebal,” ujar salah satu mahasiswa semester lima. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi informasi yang lebih singkat dan cepat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, bukan berarti minat baca telah hilang sepenuhnya. Justru, muncul tren baru seperti, reading challenge, komunitas literasi kampus, hingga diskusi buku yang mulai diminati kembali. Buku-buku dengan tema pengembangan diri, filsafat ringan, hingga novel reflektif menjadi pilihan populer di kalangan mahasiswa.

Dosen dan akademisi pun mendorong mahasiswa untuk kembali menjadikan buku sebagai sumber utama pembelajaran. Mereka menekankan bahwa literasi mendalam sangat penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.

Baca Juga Berita :  Wadah Inovasi Sparkling PGSD 2026 Ajak Mahasiswa Berkreasi

Selain itu, dengan membaca juga terbukti membantu kesehatan mental. Di tengah tekanan tugas dan tuntutan akademik, buku bisa menjadi “pelarian sehat” yang memberi ketenangan dan inspirasi.

Kini saatnya mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi cepat, tetapi juga penjelajah pengetahuan yang mendalam. Buku mungkin tidak secepat media sosial, tetapi ia menawarkan sesuatu yang lebih berharga dan pemahaman yang bertahan lama. (*)

*Reporter: Muh Apdal Adriansyah

Berita Terkait

Tips Memilih Kos bagi Mahasiswa Baru: Jangan Hanya Tergiur Harga Murah
Tips Kenal Alat untuk Menyambut Praktikum Pertama
Tips Cerdas Menyaring Propaganda
Mengenal Dunia Perkuliahan bagi Mahasiswa Baru 2026
Modern dan Nyaman, Ini Rekomendasi Perpustakaan Hits Area Makassar-Gowa
Persiapan Mahasiswa Menyambut Semester Baru
Mengisi Waktu Libur Kuliah dengan Kegiatan Produktif
Mahasiswa Hadapi Tantangan Finansial di Tengah Inflasi
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:41 WITA

Tips Memilih Kos bagi Mahasiswa Baru: Jangan Hanya Tergiur Harga Murah

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:10 WITA

Tips Kenal Alat untuk Menyambut Praktikum Pertama

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:00 WITA

Tips Cerdas Menyaring Propaganda

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:42 WITA

Mengenal Dunia Perkuliahan bagi Mahasiswa Baru 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:30 WITA

Modern dan Nyaman, Ini Rekomendasi Perpustakaan Hits Area Makassar-Gowa

Berita Terbaru

Potret Nurfadillah Pemenang Juara 2 Lomba Video Opini LPM Profesi, (Foto: Ist.)

Kilas Kampus

Raih Juara 2 Lomba Opini, Angkat Tema Pemanfaatan AI secara Bijak

Senin, 22 Jun 2026 - 17:54 WITA

Poster Olimpiade Pendidikan dan Pekan Pujangga 2026, (Foto: Int.)

Kilas Kampus

Olimpiade Pendidikan dan Pekan Pujangga Hadirkan Lomba Esai Nasional

Senin, 22 Jun 2026 - 17:20 WITA

Potret Dosen FISH Ahmad Jamalong. (Foto:Ist)

Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Dosen FISH Nilai Penayangan Film Pesta Babi Tidak Ganggu Kerukunan Umat Beragama

Minggu, 21 Jun 2026 - 22:49 WITA