PROFESI-UNM.COM – Aksi demonstrasi yang berlangsung di berbagai kota kerap berujung ricuh dan memicu bentrokan antara massa dengan aparat.
Situasi tersebut sering membuat masyarakat yang sedang melintas merasa panik dan kesulitan mencari jalan aman untuk menyelamatkan diri. Kondisi tidak terduga ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi mereka yang tidak sengaja berada di lokasi.
Pengamat keamanan publik, S. Ardiansyah, menyampaikan secara tidak langsung bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan ketika kericuhan mulai terjadi adalah menjaga jarak dari pusat kerumunan.
Menurutnya, pergerakan massa yang tidak terkontrol bisa menimbulkan dorong-mendorong dan risiko terinjak, sehingga menjauh ke area yang lebih sepi menjadi pilihan terbaik.
Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat harus segera mencari tempat terlindungi ketika melihat tanda-tanda bentrokan, seperti lemparan benda atau gas air mata.
Gedung, toko, atau ruangan tertutup dapat menjadi perlindungan sementara hingga situasi di luar kembali aman. Ardiansyah menambahkan bahwa menutup hidung dan mulut dengan masker atau kain dapat membantu mengurangi efek gas air mata.
Selain itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak terpancing untuk merekam situasi ricuh dengan ponsel. Fokus pada dokumentasi sering membuat seseorang lengah dan terlambat menghindar dari bahaya.
Mengikuti arahan petugas keamanan menjadi langkah penting agar proses evakuasi berjalan lancar dan tidak menambah kekacauan.
Pihak keamanan kampus juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu memperbarui informasi terkait rute aksi demonstrasi di sekitar wilayah kampus.
Mereka berharap dengan memahami langkah-langkah keselamatan ini, masyarakat dapat lebih siap dan mampu melindungi diri apabila tanpa sengaja terjebak dalam situasi demo atau bentrokan yang memanas. (*)
*Reporter: Nurul Adhani Ilham








