PROFESI-UNM.COM — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) baru-baru ini ikut serta dalam Musyawarah Nasional (Munas) BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Munas tersebut bertempat di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Keikutsertaan BEM UNM dalam forum tersebut menuai pertanyaan. Pasalnya, sejak 1 Mei lalu, BEM UNM telah menyatakan sikap mundur dari BEM SI melalui unggahan di media sosial resminya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Presiden BEM UNM, Nur Intan Maharani Ilyas, menegaskan pengambilan keputusan untuk mundur karena akibat gejolak transisi kepengurusan di internal Lembaga Kemahasiswaan (LK) UNM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengambilan keputusan ini karena persoalan transisi kepengurusan LK UNM kemarin. Salah satunya juga karena adanya tarik-menarik dari konflik kepentingan,” tegasnya.
Menurut Intan, isu-isu yang BEM SI bawa cenderung tebang pilih. Ada beberapa isu penting yang tidak dikawal secara masif.
“Persoalan beberapa isu yang dirasa penting untuk kita angkat, cuma mentok pada pernyataan sikap saja. Kami juga melihat ada beberapa isu yang tidak terkawal secara masif, padahal memiliki basis massa yang luas se-Indonesia,” ujarnya.
Menyambung hal tersebut, Wakil Presiden BEM UNM, Fahrul Husain Abadi, menjelaskan bahwa tantangan terbesar pasca masa transisi adalah menyatukan kembali persepsi di internal pengurus BEM UNM.
“Tantangan terberat adalah bagaimana menyatukan kembali pandangan teman-teman di internal pengurus. Dinamika kemarin cukup panjang, mulai dari pergantian presiden hingga mundurnya sejumlah pengurus,” jelasnya.
Hingga berita ini terbit, Plt BEM UNM belum memberikan tanggapan pada kru Profesi terkait keikutsertaan pada Munas tersebut. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa







