PROFESI-UNM.COM – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar usai memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-50 di Hotel Four Point, pada Selasa (7/7). Dari jumlah reservasi buku tamu, tercatat sekitar 98 orang menghadiri acara tersebut. Dalam acara, panitia menyajikan video dokumenter perjalanan sejarah LPM Profesi UNM.
Dokumenter yang sutradarai oleh Ratna Wulandari bersama M. Zaky Asryan A. selaku pengelola, mengumpulkan beberapa arsip footage senior Profesi sebagai narasumber. Mulai dari pendiri Abdullah Dola, Ismail Faisal, Benny Subiantoro, Anshari, Asia Ramli, Uslimin Usle, Supriadi Torro, hingga senior zaman reformasi Fitriani Rachman dan Hasim Arfah.
Setiap narasumber menyampikan perjalanan juga beberapa ikonik yang menjadi milik profesi. Seperti Benny Subiantoro pembuat font Profesi yang terinspirasi dari tumbuhan pakis, Anshari yang mengaku profesi masih memiliki jiwa yang tegas dan independen serta Hasim yang menegaskan bahwa Profesi berjiwa mandiri dan tidak dalam kendali siapapun.
Beberapa narasumber dalam video dokumenter menyampaikan rasa bangga, oleh karena sikap dan identitas yang masih terjaga hingga kini.
Dalam proses pembuatan, penulisan skrip telah dimulai sejak keluarnya Surat Keputusan (SK) Panitia Harlah di bulan Maret. Persiapan mendapat arahan langsung dari Steering Panitia Harlah, yakni Fitriani Rachman dan Ahmad Husain.
Dalam penjelasannya, M. Zaky Asryan A. yang juga selaku Manager Broadcasting menyebutkan beberapa kendala yang terjadi sebelum video tersebut tayang. Kendala seperti perubahan isi skrip dokumenter, jadwal take video yang bertabrakan dengan jadwal kuliah juga bahan footage video yang sempat menghambat proses pembuatan.
“Kendala di komu ikasi script juga kendala lainnya susa atur waktu wawancara karena jadwal kuliah, dan sempat bingung footage apa yang harus masuk dalam video,” jelasnya.
Namun, kendala yang terjadi mampu teratasi oleh adanya kerja sama antara panitia. Kini video yang bertajuk ‘Setengah Abad Berbicara’ itu telah tayang di berbagai platform media sosial Profesi, baik Instagram maupun Youtube. (*)
*Reporter: Florencya Alnisa Christin








