PROFESI-UNM.COM – Di usia yang ke-50 ini, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) telah melewati berbagai fase tantangan sebagai media kampus. Profesi telah arungi dua zaman penting, era otoriter dan era kemerdekaan.
Hingga kini, Profesi telah melahirkan banyak tokoh yang berkiprah di berbagai bidang. Salah satu alumni LPM Profesi yang meniti jalan di dunia jurnalisme setelah menyelesaikan studi di Kampus Oranye adalah Hazairin Sitepu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikutip dari buku 25 Tahun Profesi yang berjudul “Profesi, Suara Mahasiswa UNM”, Hazairin mencurahkan pengalaman suka dukanya sepanjang empat halaman. Menurutnya, manajemen keredaksian, ketajaman, dan kualitas isi mendapat perhatian serius dalam pengelolaannya kala itu.
“Profesi sebagai koran kampus yang bagus sungguh baru dimulai pada masa ini. Meski seluruh biaya produksi ditanggung institusi, Profesi dalam setiap edisinya selalu melawan arus,” tulisnya.
Mantan Wakil Direktur Harian Fajar ini juga menuliskan awal mula penerapan sistem kerja semiprofesional di Profesi. Selain manajemen keredaksian, manajemen perusahaan juga mulai dibenahi.
“Profesi pada masa Nur Patri Jaladara dan Muhiding sudah mulai menerapkan sistem kerja semiprofesional. Penulis yang merupakan Redaktur Harian Fajar mencoba membawa sebagian kecil sistem dan mekanisme kerja koran profesional ke Profesi,” ungkapnya.
Sejak masa itulah, Profesi mulai menerapkan Rapat Perencanaan Peliputan (RPP), mekanisme distribusi, hingga strategi pencarian iklan. Regenerasi Profesi juga berjalan menuruti alur mekanisme kesenioritasan dan status kemahasiswaan.
Karena standar dari Profesi sendiri adalah kualitas, maka kaderisasi dilakukan secara serius. Kemajuan yang diraih Profesi sekarang dapat dilihat dari puluhan wartawan yang dilahirkannya. Tak hanya di media, Profesi juga melahirkan tokoh-tokoh yang kini berkiprah di bidang pendidikan hingga panggung politik. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa







