PROFESI-UNM.COM— Berhasil masuk perguruan tinggi merupakan impian banyak pelajar. Namun, sebagian mahasiswa justru merasa kehilangan arah setelah mencapai tujuan tersebut. Mereka mulai mempertanyakan tujuan yang ingin mereka capai selama menjalani perkuliahan.
Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya target baru setelah kampus menerimanya. Banyak mahasiswa menjadikan kelulusan masuk perguruan tinggi sebagai tujuan akhir. Akibatnya, mereka menjalani perkuliahan tanpa arah yang jelas dan terukur.
Selain itu, pemilihan program studi yang kurang sesuai dapat memengaruhi motivasi belajar. Sebagian mahasiswa memilih jurusan karena dorongan orang sekitar atau mengikuti tren. Kondisi tersebut membuat mereka sulit menemukan ketertarikan terhadap bidang yang dipelajari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Media sosial juga menjadi faktor yang memengaruhi kondisi mahasiswa saat ini. Berbagai pencapaian orang lain mudah ditemukan melalui berbagai platform digital. Kebiasaan membandingkan diri dapat menimbulkan rasa tertinggal dan ketidakpercayaan diri.
Kehilangan arah juga dapat terjadi karena kurangnya pengalaman di luar kelas. Tidak semua mahasiswa aktif dalam organisasi atau kegiatan pengembangan diri. Padahal, pengalaman tersebut dapat membantu mengenali minat dan potensi mereka.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, mahasiswa perlu menetapkan tujuan yang lebih spesifik. Tujuan tersebut dapat berupa target akademik maupun pengembangan keterampilan. Mahasiswa juga perlu aktif mencari pengalaman yang mendukung perkembangan dirinya.
Pada akhirnya, kehilangan arah bukanlah tanda kegagalan dalam menjalani perkuliahan. Kondisi tersebut merupakan bagian dari proses pencarian jati diri. Dengan terus belajar dan mengeksplorasi diri, mahasiswa dapat menemukan tujuan yang lebih jelas. (*)
*Reporter: Muhammad Yusran







